MIND ID Kembangkan SDM Masa Depan, Begini Strateginya

Eqqi Syahputra - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 17:08 WIB
MIND ID
Foto: MIND ID
Jakarta -

BUMN Holding Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), mendapat 3 mandat penting dari pemerintah untuk memajukan dunia pertambangan Indonesia. Harapannya, dengan mandat tersebut MIND ID dapat menjadi pemain di kancah global dalam dunia pertambangan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu aspek strategis. Talenta Grup MIND ID harus cakap menjawab kebutuhan dan tantangan global. Insan Grup MIND ID harus memastikan keberlanjutan dari sumber daya mineral yang dikelola agar dapat memberikan kontribusi maksimal dalam jangka panjang bagi Indonesia.

Direktur Layanan Strategis MIND ID, Ogi Prastomiyono, menjelaskan tiga mandat utama dari pemerintah ke MIND ID, pertama adalah mengelola cadangan mineral strategis dan batubara yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki banyak cadangan mineral dan batubara yang masih berumur panjang.

Namun, menurutnya mengelola saja tidak cukup saat ini. Dulunya, Indonesia hanya menambang saja. Lalu mengekspor material mentah tersebut ke pasar luar negeri. Sayangnya, setelah diolah di luar negeri, nilainya makin tinggi kemudian masuk lagi ke Indonesia.

"Tapi apakah kita mampu mengelola cadangan tersebut atau tidak? Itu yang harus dijawab dan dilakukan MIND ID kedepan," ujar Ogi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Ogi menambahkan, mandat kedua yakni Pemerintah ingin MIND ID agresif melakukan hilirisasi dari sumber daya mineral yang dimiliki, untuk meningkatkan nilai tambah bagi negara. Ogi menjelaskan, jika merujuk GDP, angka kontribusi galian hanya tujuh sampai delapan persen saja.

"Padahal, jika di dalam negeri kita bisa melakukan prosesing minimal barang setengah jadi atau sampai pada end user maka nilainya bisa naik empat sampai lima kali lipat," tambah Ogi.

Lebih lanjut, mandat ketiga, yaitu melakukan operasional harus bisa efisien dan efektif. Poin ketiga ini menjadi pilar penting dalam industri pertambangan agar hasil dari pengolahan yang dilakukan bisa memiliki nilai ekonomi yang bersaing di dunia internasional. Ogi juga menuturkan perlu upaya internal untuk bisa mempersiapkan individu yang terampil yang cakap menjawab tiga mandat tersebut.

"Untuk bisa menjawab tiga mandat tersebut, perlu kapabilitas organisasi dan kompetensi individu yang cakap," tutur Ogi.

Untuk itu, sejak 2019, Ogi menjelaskan pihaknya telah menyelenggarakan dua program pengembangan SDM. Senior Leader Development Program (SLDP) dan Emerging Leaders Development Program (ELDP).

Ogi menuturkan SLDP adalah program yang mempersiapkan individu yang berada di posisi satu tingkat di bawah direksi di semua Anggota MIND ID agar menjadi pemimpin yang cakap. Ada banyak tenaga ahli di dalam MIND ID misalnya ahli dalam bidang smelter, ahli dalam bidang penjualan ataupun operasional pertambangan.

"Sebagai direksi, ahli dalam satu bidang saja tidak cukup. Untuk bisa menjadi direksi di anak usaha ataupun cucu usaha MIND ID, individu harus terampil dalam menjalankan sebuah bisnis," ujar Ogi.

Selain itu, program ini akan akan mengajak para pesertanya mengikuti kelas dan sekaligus melakukan action learning project. Sebelum pandemi, peserta selama dua pekan ditempatkan ke perusahaan multinasional di luar negeri untuk belajar bagaimana menjalankan sebuah perusahaan besar.

Ogi mengungkapkan, setelah melalui program ini kepercayaan diri para peserta meningkat karena wawasan dan pengalamannya bertambah setelah melakukan studi banding dan pengasahan talenta. Menurutnya, program ini sudah berjalan dan sudah menghasilkan individu yang mumpuni untuk menjadi calon pemimpin masa depan MIND ID.

"Hasilnya cukup terbukti. Dari SLDP, ada yang sudah jadi direksi di ANTAM dan TIMAH. Beberapa lulusan program SLDP sekarang sedang menjalankan anak usaha dan cucu usaha di Grup MIND ID. Mereka wawasannya sudah lengkap. Aspek teknikal, manajerial dan juga soft skill," ujar Ogi.

Sedangkan program lainnya adalah Emerging Leader Development Program (ELDP). Program ini dikhususkan bagi individu yang berada di posisi dua tingkat di bawah direksi. Dalam satu periode, MIND ID memberikan kesempatan bagi 25 karyawan yang bisa ditingkatkan kemampuannya untuk menjadi direksi di masa depan.

"ELDP lebih banyak ditujukan kepada milenial. Tak hanya bagi mereka yang bekerja di kantor saja, tetapi juga para operator dan penanggung jawab di wilayah operasional pertambangan," ucap Ogi.

Program ELDP ini berdurasi selama satu tahun. Sembari melakukan pekerjaan sesuai job description mereka saat ini, peserta ELDP wajib mengikuti kelas secara online untuk program pengayaan kemampuan. Nantinya, setelah kelas peningkatan soft skill, peserta akan ditempatkan di perusahaan multinasional selama tiga bulan.

"Tidak hanya di kelas tapi ada action learning project. Para peserta ELDP, selama tiga bulan di perusahaan global akan belajar bagaimana menjalankan perusahaan," pungkas Ogi.

Peserta yang berada di wilayah remote sekalipun memiliki kesempatan yang sama. Mereka wajib mengikuti kelas secara online dan belajar melalui model yang ada di dalam sebuah platform pengembangan SDM bernama EMS.

Ogi berharap, melalui dua program internal development ini MIND ID akan memiliki talenta yang siap untuk membawa perusahaan lebih maju kedepannya. Tak hanya cakap dalam satu bidang namun individu yang mengikuti dua program akselerasi ini bisa menjadi talenta yang menguasai banyak bidang. Dua program ini akan terus dilaksanakan oleh MIND ID.



Simak Video "Ma'ruf Amin: SDM Unggul Kunci Sukses di Tengah Persaingan Global "
[Gambas:Video 20detik]
(hns/ega)