Perusahaan Australia Mau Investasi Rp 36 T di RI, Bikin Proyek Kabel Bawah Laut

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 23 Sep 2021 13:42 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Perusahaan Australia Mau Investasi Rp 36 T di RI, Bikin Proyek Kabel Bawah Laut
Jakarta -

Perusahaan tenaga listrik asal Australia, Sun Cable, akan menarik kabel listrik ke Singapura melalui laut Indonesia. Proyek itu bernama AAPowerLink. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mereka akan investasi di Indonesia sebesar US$ 2,58 miliar atau setara Rp 36,7 triliun untuk proyek tersebut.

"Pertama tama saya sangat senang Sun Cable melakukan investasi di Indonesia. Lebih dari US$ 2 miliar. Proyek ini akan menghubungkan kabel dari Australia ke Singapura. Investasi ini membuktikan bahwa Indonesia adalah mitra yang terpercaya dan lokasi investasi yang strategis bagi komunitas internasional," kata Luhut dalam konferensi pers Australia-Asia Power Link Investment Announcement secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Selain investasi, kata Luhut, Sun Cable juga akan melakukan transfer ilmu pengetahuan di bidang energi terbarukan. Proyek yang digalangkan Sun Cable ini juga dilakukan dalam rangka menurunkan emisi karbon di kawasan Asia.

"Komitmen Sun Cable dalam transfer ilmu pengetahuan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dengan Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi 10 November serta pemberian beasiswa akan mampu mendorong inovasi di bidang energi terbarukan di masa depan," tutur Luhut.

CEO Sun Cable David Griffin merinci total investasi sebesar US$ 2,58 miliar ke RI. Yakni termasuk investasi langsung senilai US$ 530 juta hingga US$ 1 miliar. Lalu senilai US$ 1,58 miliar diberikan untuk biaya operasional selama proyek berjalan.

"Selama instalasi proyek, ditambah dengan investasi US$ 1,58 miliar untuk biaya operasional selama jangka waktu proyek," beber David Griffin.

David Griffin juga menegaskan bahwa dalam melakukan investasi kabel listrik bawah laut, Sun Cable telah mematuhi alur sebagaimana diatur dalam Kepmen KP No. 14/2021 Tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Dia berharap Sun Cable terus bisa menjadi rekan kerja Indonesia dalam jangka panjang. Pihaknya juga berencana untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah di provinsi-provinsi di RI.

"Sun Cable berharap menjadi rekan jangka panjang di Indonesia, dan memberikan kontribusi yang besar di bidang ekonomi. Kami berterima kasih kepada Menteri Luhut, Kemenko Marves KKP, Hubla, Pushidrosal dan instansi lain di Indonesia atas dukungannya terhadap proyek AAPowerLink," jelasnya.

"Sun Cable juga berharap dapat melanjutkan keterlibatannya dalam hal yang positif dengan Pemerintah dan provinsi-provinsi setempat, sementara kami bekerjasama untuk memaksimalkan manfaat ke seluruh Indonesia," tutup David Griffin.

(fdl/fdl)