Krisis Sopir Truk BBM, BP Tutup Sejumlah SPBU

Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 08:57 WIB
BP AKR Fuels Retail mengumumkan bahwa empat SPBU pertama mereka di Indonesia kini telah dibuka. Begini kondisi SPBU milik BP AKR Fuels Retail.
Ilustrasi SPBU BP/Foto: BP AKR Fuels Ritel
Jakarta -

Perusahaan minyak dan gas multinasional asal Inggris, BP, untuk sementara menutup beberapa SPBU-nya di Inggris.

Melansir dari CNN, Jumat (24/9/2021), hal ini dapat terjadi lantaran kurangnya pengemudi truk pembawa BBM yang berdampak pada pasokan bahan bakar di sejumlah SPBU milik BP.

"Kami mengalami beberapa masalah pasokan bahan bakar di beberapa SPBU ritel kami di Inggris dan sayangnya beberapa SPBU ditutup sementara karena kurangnya bensin dan diesel," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

BP menyalahkan kekurangan pengemudi di seluruh industri di seluruh Inggris Raya sebagai penyebab krisis rantai pasokan.

"Kami memprioritaskan pengiriman ke area layanan jalan raya, jalan utama dan lokasi dengan permintaan terbesar dan berusaha meminimalkan durasi kehabisan stok," tambahnya.

BP menolak berkomentar tentang berapa banyak SPBU yang akan terpengaruh, namun seseorang yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa puluhan lokasi mengalami kekurangan bahan bakar.

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir di mana BP harus menutup sementara SPBU-nya di beberapa lokasi di Inggris karena masalah pendistribusian bahan bakar karena kurangnya pengemudi truk.

Menurut Asosiasi Pengangkutan Jalan, saat ini Inggris kekurangan sekitar 100.000 pengemudi truk. 20.000 di antaranya adalah warga negara Uni Eropa yang meninggalkan negara itu setelah Brexit.

Saat ini kekurangan pekerja adalah masalah yang berkembang di Inggris. Pemerintah Inggris telah mengumumkan beberapa langkah untuk meningkatkan jumlah tes mengemudi untuk pengemudi truk.

Namun juru bicara pemerintah mengatakan pada bulan lalu bahwa sebagian besar solusi atas permasalahan ini akan didorong oleh industri.

"Kami ingin melihat pengusaha melakukan investasi jangka panjang di tenaga kerja domestik Inggris daripada mengandalkan tenaga kerja dari luar negeri dan Rencana Pekerjaan kami membantu orang-orang di seluruh negeri untuk melatih kembali, membangun keterampilan baru, dan kembali bekerja," kata juru bicara itu.

(zlf/zlf)