Kronologi Dugaan Korupsi LNG Pertamina: Diungkap Ahok, Diusut KPK-Kejagung

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 11:49 WIB
Petugas Pertagas Niaga mengecek suplai LNG untuk dialirkan ke Balcony Mall Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/04/2016). Penjualan LNG melalui truk oleh Pertagas Niaga adalah terobosan pertama kali di Indonesia dan tahun ini Pertagas Niaga akan menyuplai LNG di wilayah bagian Sumatera Utara. Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan atas dugaan korupsi pembelian gas alam cair (LNG) di PT Pertamina (Persero).

Ternyata, kasus ini sudah diungkap sejak awal tahun ini oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meski demikian, saat ini Ahok enggan untuk berkomentar mengenai hasil audit internal.

Dia mengatakan, telah memberikan laporan tertulis ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Kementerian BUMN.

"Bisa nanya ke Dirut dan Kementerian BUMN. Sudah kami buat laporan tertulisnya," kata Ahok kepada detikcom, Selasa (5/10/2021).

Berikut kronologinya berdasarkan catatan detikcom, ditulis Rabu (6/10/2021):

Januari 2021 Diungkap Ahok

Dugaan korupsi LNG di PT Pertamina (Persero) ini awalnya sudah diungkap oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia mengendus ada yang tidak beres dengan kontrak jual beli LNG yang dilakukan perusahaan. Dugaan itu disampaikan Ahok pada awal tahun 2021.

Mengutip CNBC Indonesia, disampaikan Pertamina memiliki dua kontrak jual beli LNG yang diduga bermasalah. Salah satunya perjanjian dengan dengan Anadarko Petroleum Corporation pada Februari 2019.

Dalam perjanjian itu Pertamina akan membeli LNG dari Mozambik LNG1 Company Pte Ltd, entitas penjualan bersama yang dimiliki Mozambik Area 1 co-venturer. Perjanjian itu berlaku untuk 1 juta ton LNG per tahun (MTPA) dengan jangka waktu 20 tahun dan direncanakan mulai dipasok pada 2024 mendatang.

Ahok pada saat itu mengatakan, pihaknya memang tengah melakukan audit internal untuk perjanjian jual beli LNG Pertamina yang bermasalah itu. Dirinya juga mengakui akan dua kontrak perjanjian jual beli LNG yang tengah diaudit. Namun dirinya enggan menjelaskan secara rinci.

"Kami sedang nunggu hasil internal audit," ungkapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga Video: Pertamax Turbo Turun, Ini Harga BBM Pertamina Terbaru

[Gambas:Video 20detik]