PLTS Sei Mangkei Berpotensi Tekan Emisi Karbon 1.300 Ton Per Tahun

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 14:39 WIB
PLTS Sei Mangkei, proyek kerja sama antara Pertamina NRE dan PTPN III telah memenuhi target commercial operation date (COD) pada 24 Agustus 2021.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

PLTS Sei Mangkei, proyek kerja sama antara Pertamina NRE dan PTPN III telah memenuhi target commercial operation date (COD) pada 24 Agustus 2021. Sebagai penyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, PLTS ground mounted berkapasitas 2 MW ini diperkirakan dapat memproduksi listrik hingga 1,6 GW dalam setahun.

Selain itu, PLTS Sei Mangkei berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.300 ton per tahun atau setara dengan penyerapan CO2 59 ribu pohon dewasa dalam setahun.

Dannif Danusaputro, Chief Executive Officer Pertamina NRE menyampaikan KEK Sei Mangkei menjadi KEK pertama di Indonesia dengan konsep green economic zone sehingga lebih ramah lingkungan. Konsep ini mengutamakan pengembangan energi terbarukan, termasuk penggunaan energi pembangkit listrik.

"Transisi menuju energi bersih yang dilakukan Pertamina sejalan dengan konsep green economic zone KEK Sei Mangkei. Kami percaya industri dapat memberikan kontribusi besar bagi upaya dekarbonisasi, yaitu melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan menurunkan emisi GRK dalam aktivitas bisnisnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Meski demikian, PLTS ini bukan satu-satunya pembangkit listrik energi terbarukan di Kawasan Sei Mangkei. Awal tahun lalu, Pertamina NRE dan PTPN III telah menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW.

Direktur Utama Holding PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menyampaikan pihaknya menggunakan biogas yang berasal dari palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Dengan demikian, secara bersamaan, kedua kedua pembangkit tersebut diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon sebesar 71.300 ton per tahun.

"KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri yang didesain khusus dengan konsep green economic zone di mana penggunaan energi bersih menjadi prioritas utama dalam pengembangan kedepannya. Komitmen dalam penggunaan energi bersih direalisasikan melalui pengembangan sumber-sumber listrik berbasis Energi Baru Terbarukan antara lain pengembangan PLT Biomassa, PLT Biogas dan PLT Surya. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai bauran EBT sebesar 23 % pada tahun 2025. Kami berharap ke depan KEK Sei Mangkei dapat menjadi salah satu contoh kawasan industri berwawasan lingkungan bagi kawasan industri lainnya," katanya.

Ke depan, Pertamina akan melakukan transisi energi sesuai rencana jangka panjangnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari praktek environment, social, and governance (ESG) untuk menghambat laju perubahan iklim. Pertamina juga mendukung upaya pemerintah mencapai penurunan emisi GRK pada tahun 2030. Selain itu, Pertamina menargetkan sebesar 17% energi bersih dalam portofolio bisnis di tahun 2030.

(akn/hns)