Penjualan Motor-Mobil Bensin Dilarang 2040, Pengamat: Harusnya 2030!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 14 Okt 2021 19:30 WIB
Kemacetan kembali menghiasi jalan ibukota pagi tadi. Salah satu ruas yang mengalami macet panjang adalah Jalan MT Haryono, Jakarta. Begini penampakannya.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah Indonesia akan mengurangi emisi karbon pada 2060 secara bertahap. Salah satu caranya adalah pemerintah berencana menghentikan penjualan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan targetnya pada 2040 sudah tak ada lagi mobil dan motor konvensional yang dijual.

Menanggapi hal tersebut pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengungkapkan jika target 2040 terlalu lama. "2040 kelamaan, harusnya 2030. Perusahaan-perusahaan juga sudah harus siap-siap," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (14/10/2021).

Ada lima prinsip yang akan diwujudkan, yakni peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, dan pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).

"Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai 2060 dengan beberapa strategi kunci," jelas Arifin.

Arifin pun menguraikan tahapan pemerintah menuju capaian target nol emisi. Di tahun 2021, pemerintah akan mengeluarkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden terkait EBT dan retirement coal.

"Tidak ada tambahan PLTU baru kecuali yang sudah berkontrak maupun sudah dalam tahap konstruksi," urainya.



Simak Video "Indonesia Bakal Setop Jual Mobil Bensin Tahun 2050"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)