Dunia Lagi Krisis Energi, RI Pelototi Ekspor Batu Bara

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 16:06 WIB
Krisis energi tengah menimpa sejumlah negara besar. Krisis energi yang terjadi memberikan dampak yang bermacam-macam. Mulai dari kekurangan pasokan BBM hingga krisis listrik.
Ilustrasi/Foto: Pool
Jakarta -

Dunia kini di ambang krisis energi. Beberapa negara sudah mengalaminya. Indonesia tak mau ikut terseret dalam pusaran kelangkaan energi tersebut. Oleh karena itu pemerintah terus memelototi ekspor batu bara yang dilakukan pengusaha dalam negeri.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana membeberkan bahwa komoditas batu bara sedang naik daun di tengah krisis energi. Berbagai negara berlomba-lomba untuk memenuhi pasokan batu bara demi menghidupkan pembangkit listrik. Hal itu membuat harganya meroket tajam.

"Batu bara yang teman-teman mengerti juga selain banyak tantangannya, godaannya untuk diekspor karena (harganya) makin bagus, banyak negara yang butuh, harganya bagus," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10/2021).

Lanjut dia, Indonesia patut bersyukur karena punya cadangan batu bara yang berlimpah. Untuk memastikan sumber daya alam tersebut tidak lari ke luar negeri, pemerintah telah membatasi ekspor dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), yaitu kewajiban pengusaha untuk pemenuhan pasokan batu bara dalam negeri.

"Tidak boleh semuanya/seluruhnya diekspor meskipun harga lagi bagus. Tetapi ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, yaitu disebut DMO," sebutnya.

Terlebih cuaca di dalam negeri juga lagi menantang. Ada beberapa tambang yang sudah mulai kebanjiran. Tapi dengan manajemen dan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, diharapkan tantangan yang dihadapi dalam hal rantai pasok batu bara bisa ditangani dengan baik.

Pemerintah juga mengawasi angkutan logistik batu bara. Sebab, komoditas batu bara harus berbagi kapal-kapal tongkang untuk kebutuhan ekspor dan kebutuhan hasil tambang lainnya.

"Kalau kami misalkan dengan Pak Ridwan (Dirjen Minerba) itu sampai melototin tongkang-nya, ada di mana tongkang-nya, karena ini juga menantang karena banyak yang dipakai untuk ekspor, tetapi di dalam negeri juga kemudian dipakai untuk angkut komoditas non batu bara karena smelter kita juga sudah mulai beroperasi," jelasnya.

Hal di atas, lanjut Rida perlu kolaborasi antarpihak, dan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap angkutan yang menggunakan tongkang, yang digunakan untuk bahan-bahan tambang termasuk batu bara.

"Apakah akan terjadi krisis (di Indonesia)? jangan sampai terjadi krisis, kita berlebih di sini dari sisi instal (instalasi pembangkit listrik)," tambahnya.

Lihat juga video 'Jawa Barat Kembangkan Energi Alternatif Ramah Lingkungan':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)