Pembangkit Listrik Tenaga Fosil RI Bakal Dipensiunkan Dini

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 17:02 WIB
PLTU Tanjung Balai Karimun memasok listrik untuk warga di perbatasan RI. Keberadaan PLTU ini membuat wilayah tapal batas Indonesia tak lagi gelap gulita.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia bersungguh-sungguh akan menghilangkan keberadaan pembangkit listrik tenaga fosil, salah satunya adalah PLTU. Bahkan pemerintah sedang menyiapkan skema pensiun dini bagi PLTU yang masih beroperasi.

Targetnya seluruh pembangkit listrik akan bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) mulai 2060, dan mulai 2030 tidak ada lagi pembangunan pembangkit listrik tenaga fosil.

"Sekarang kalau teman-teman ingin tahu juga, ada lagi nggak program yang sedang mau digagas? ada, yaitu mempercepat pensiunnya PLTU atau early retirement," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10/2021).

Rencana pensiun dini PLTU sedang dibahas. Tujuan yang ingin dicapai adalah menekan emisi karbon dari pembangkit listrik yang bergantung pada batu bara itu, serta untuk menyediakan ruang lebih lebar untuk EBT.

Lanjut dia, ada tawaran dari perbankan di luar negeri yang sudah beberapa kali berdiskusi dengan Indonesia, yang mana Indonesia akan dipilih untuk menjadi proyek percontohan pensiun dini PLTU.

"Jadi konsepnya ada PLTU misalkan berakhirnya tahun 2040, tapi kemudian dengan program ini maka 'boleh nggak kamu saya minta tolong diberhentikan 10 tahun lebih awal, artinya 2030?' dia berhenti tetapi tidak merugikan pengusahanya," papar Rida.

Bagaimana caranya agar PLTU yang dipensiunkan dini tidak merugikan pemiliknya? Dijelaskan Rida nantinya akan ada penyandang dana yang menutupi kerugian tersebut, entah si pihak perbankan yang disinggung di atas atau siapa, dia tidak menjelaskan secara rinci.

Pada saat yang sama, lanjut dia, si pemilik PLTU yang pembangkitnya kena pensiun dini akan didorong untuk berinvestasi pada proyek pembangkit listrik EBT.

"Kita dorong harus punya keinginan untuk investasi di pembangkit tetapi harus di EBT, maka dia mungkin disediakan beberapa keistimewaan, misalkan seperti itu. Itu lagi dirancang, yaitu program early retirement," tutur Rida.

Jadi, pemerintah selain akan menyetop usulan baru pembangunan PLTU mulai 2030, yang sudah eksis pun akan dipensiunkan lebih awal.

Lihat juga video 'Jokowi Sindir Birokrasi BUMN Ruwet: Pembangkit Listrik Butuh 259 Izin':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)