Singapura Bisa Gelap Gegara Kekurangan Gas RI, Seberapa Gede Ekspornya?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 18:10 WIB
Venezuela, negara yang kaya akan minyak tini engah mengalami pemadaman listrik berskala nasional sejak awal bulan. Begini kondisinya sekarang.
Ilustrasi krisis listrik (Foto: dok. Reuters)

2. Kontrak Ekspor Gas Pipa ke SembGas

Ini kontrak ekspor gas dari lapangan gas yang dikelola Medco Natuna, Premier Oil dan Star Energy ke SembCorp Gas (SembGas), perusahaan gas di Singapura. Kontrak akan berakhir di 2028.

Mengutip dari situs SembGas, ekspor gas perdana ke SembGas ini sebesar 100 juta MMSCFD pada Juli 2001 dari lapangan gas yang terdapat di West Natuna Sea (Laut Natuna Barat). Dalam perjanjian jual beli gas (Gas Sales Agreement) pada saat itu mencapai 325 MMSCFD.

Sumber gas diambil dari sejumlah blok di Laut Natuna Barat seperti South Natuna Sea Block B yang saat itu dikelola ConocoPhillips, namun sejak 2016 sudah diambil alih Medco E&P Natuna Ltd, lalu Kakap Block yang dioperasikan Gulf Resources (Kakap) Ltd, namun kini dioperasikan Star Energy (Kakap) Ltd, Natuna Sea Block A, dan Premier Oil Natuna Sea.

3. Kontrak Ekspor Gas Pipa ke SembGas

Ada juga kontrak ekspor gas dari lapangan gas yang dikelola Premier Oil ke SembCorp Gas (SembGas), perusahaan gas di Singapura. Kontrak juga akan berakhir pada 2028.

Gangguan pasokan gas dibenarkan oleh Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno. Meski begitu, menurutnya seharusnya semua sudah kembali normal.

"Pada waktu kita ada unplanned shutdown ya memang kurang supply ke Singapura. Tapi sekarang seharusnya sudah normal," kata Julius.


(aid/dna)