Subholding Upstream Pertamina Sukses Optimasi Biaya Capai US$ 358 Juta

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 11:16 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Subholding Upstream Pertamina melakukan terobosan dalam hal optimasi biaya yaitu melalui program OPTIMUS. Ini merupakan strategi optimasi biaya melalui efisiensi operasi, implementasi teknologi tepat guna, integrasi procurement dan penggunaan fasilitas bersama.

Hingga Agustus 2021, sebanyak 136 program optimasi telah diimplementasikan di seluruh grup Subholding Upstream Pertamina dan diharapkan dapat memenuhi target sebanyak 190 program pada akhir 2021.

"Kami bersyukur karena hingga Agustus 2021 kami dapat melakukan optimisasi biaya sebesar US$ 358 juta atau sudah melebihi 115% dari target optimisasi biaya tahun 2021 sebesar US$ 310 Juta. Optimisasi biaya ini diperoleh dari 136 program yang telah terlaksana," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina Hulu Energi John H Simamora dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

John melanjutkan salah satu program tersebut adalah MAXTER atau Optimisasi Material Ex Lapangan Terminasi, sehingga pihaknya mampu mengoptimalkan material pemboran dari lapangan ex terminasi untuk keperluan operasi di lapangan lainnya.

"Hingga Agustus 2021, Maxter mampu mencatatkan optimisasi biaya hingga 11 Juta USD", jelas John.

Selain itu, ada program optimasi biaya yang diterapkan di lapangan Pertamina Hulu Mahakam, yakni Low Operations Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies (Locomotive-8) Yang merupakan bagian dari proyek Optimus.

Beberapa contoh inisiatif utama yang telah berhasil dilaksanakan melalui proyek Locomotive-8 ini adalah optimasi kegiatan Well Intervention dan optimasi pemanfaatan material eks terminasi.

"Program Optimasi Well Intervention Locomotive-8 telah mampu menjaga level produksi minyak dan gas Blok Mahakam sesuai target perusahaan dengan pencapaian biaya operasi yang lebih rendah sehingga mampu menghasilkan optimisasi biaya hingga US$ 5.2 juta," tambah John.

Adapun, OPTIMUS yang berlangsung sejak Januari 2021 ini dilakukan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan operasi, kemampuan berinvestasi dan menciptakan laba di Subholding Upstream Pertamina.

"Dengan kondisi organisasi yang baru ini, Subholding Upstream terus melakukan langkah - langkah terobosan agar keberlangsungan bisnis dapat terus berjalan dan bertumbuh menjawab tantangan perubahan zaman," ujar John.

Lebih lanjut, John menambahkan hal tersebut merupakan wujud capaian yang positif dari implementasi Holding - Subholding dengan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih agile, lean dan efisien dalam menjalankan tugas.

"Tentunya kami membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar transformasi Pertamina berjalan lancar dan kami mampu untuk berkontribusi positif pada target nasional 1 Juta BOPD dan 12 MMSCFD pada 2030", pungkasnya.



Simak Video "Marahnya Ahok: Banyak Kontrak di BUMN yang Sangat Merugikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ang)