RI Lelang 12 Blok Migas Tahun Depan, Bidik Investasi Rp 318 T

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 20:15 WIB
Pertamina akan mengelola Blok Rokan, blok migas yang disebut-sebut terbesar di Indonesia. Di dunia, ada sederet blok migas terbesar juga lho. Ini daftarnya.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melelang 12 Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) pada 2022. Hal ini untuk memenuhi target investasi yang ditargetkan sebesar US$ 22,59 miliar atau setara Rp 318,9 triliun (kurs Rp 14.117).

"Kami optimis kegiatan usaha migas dapat terus membaik sehingga menargetkan investasi migas tahun 2022 sebesar US$ 22,59 miliar," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Alimuddin Baso dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Selasa (26/10/2021).

Alimudin menjelaskan dalam proses lelang tersebut pemerintah akan memberikan fleksibilitas kontrak kepada para investor migas sesuai Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020.

Dengan begitu, investor bisa memilih bentuk kerja sama baik berupa gross split maupun cost recovery. WK migas yang ditawarkan juga akan mempunyai hitungan pembagian split yang berbeda dari sebelumnya.

"Semakin besar risiko yang dihadapi KKKS, maka bagian split KKKS juga akan semakin besar. Ini diharapkan menarik investor dan membangkitkan kembali gairah iklim investasi hulu migas di Indonesia," ungkapnya.

Pada tahun ini, sebanyak enam WK Migas telah ditawarkan pada lelang Tahap I tanggal 17 Juni 2021 hingga triwulan III-2021. Keenam WK migas tersebut terdiri dari empat WK melalui mekanisme penawaran langsung dan dua WK melalui lelang reguler yaitu South CPP, Sumbagsel, Rangkas, Liman, Merangin III, dan North Kangean.

Untuk menunjang realisasi investasi migas tersebut, pemerintah optimis dapat mencapai target lifting migas. Berdasarkan hasil rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, target Lifting Migas tahun 2022 dipatok sebesar 703 Million Barrel Oil Per Day (MBOPD) dan lifting gas bumi sebesar 1.036 Million Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOEPD), dengan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 63 per barel.

Pemerintah sendiri terus mengupayakan peningkatan serapan gas untuk kebutuhan dalam negeri di 2022. Rencananya, Ditjen Migas akan menargetkan pemanfaatan gas domestik dapat ditingkatkan ke angka 66%.

"Kami akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui kerjasama lebih erat dengan stakeholder," tegas Alimuddin.

Pembangunan infrastruktur migas juga masih akan terus dilaksanakan. Sesuai dengan hasil rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, disepakati pembangunan jargas di 2022 ditargetkan sebanyak 40.000 sambungan rumah. Sementara kegiatan pendistribusian Konkit Nelayan ditargetkan sebanyak 30.000 paket dan Konkit Petani sebanyak 30.000 paket.

Di samping itu, tahun 2022 juga akan menjadi penanda dimulainya kegiatan pembangunan Pipa Transmisi Ruas Semarang-Batang sebagai bagian dari ruas Cirebon-Semarang.

(aid/eds)