ADVERTISEMENT

Kompak! 190 Negara dan Organisasi Dunia Mau Setop Pakai Batu Bara

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 10:23 WIB
Matahari terbit dengan pemandangan PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (30/5). Komplek PLTU Paiton yang terdiri dari 3 operator yaitu PT Pembangkit Jawa Bali, Paiton Energy dan Jawa Power mampu memproduksi 4750 Mega Volt yang dihasilkan dari 9 unit berbahan bakar batu bara. File/detikFoto.
Kompak! 190 Negara dan Organisasi Dunia Mau Setop Pakai Batu Bara
Jakarta -

Sebanyak 190 negara dan organisasi di dunia berkomitmen untuk mengakhiri era energi fosil, terutama batu bara. Kesepakatan tersebut dicapai pada KTT iklim COP26.

Polandia dan Vietnam termasuk di antara 18 negara yang berkomitmen untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil paling kotor di dunia itu untuk pertama kalinya. Demikian disadur detikcom dari Independent, Kamis (4/11/2021).

Pembangkit listrik tenaga batu bara adalah kontributor terbesar atas kenaikan suhu global. Oleh karena itu mengakhiri penggunaan energi batu bara sangat penting untuk memperbaiki bumi.

Sekretaris Negara Britania Raya di Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri, Kwasi Kwarteng yang mengumumkan kabar di atas mengatakan bahwa itu menandai momen penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

Negara-negara yang bersepakat berkomitmen untuk mengakhiri semua investasi di pembangkit listrik tenaga batu bara baru di dalam dan luar negeri.

Dia menambahkan bahwa berdasarkan pakta tersebut, negara ekonomi utama dunia secara bertahap menghapus tenaga batu bara pada 2030-an dan seluruh dunia mengakhiri penggunaannya pada 2040-an.

Tetapi sebuah laporan penting dari Badan Energi Internasional mengatakan bahwa negara-negara kaya harus menghapus batu bara paling lambat pada tahun 2030, dengan seluruh dunia bergabung pada tahun 2040. Itu menjadi keharusan jika dunia ingin mencapai nol emisi karbon. Dia menambahkan bahwa investasi di semua bahan bakar fosil harus segera diakhiri.

Tonton juga Video: Potensi Alam Muara Enim Dalam Membangun Negeri

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT