Dear Pertamina, Nelayan Aceh Ngeluh Sudah 2 Bulan Sulit Dapat BBM

Agus Setyadi - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 12:35 WIB
Pekerja menurunkan BBM jenis solar ke kapal nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (1/6/2021). Pemerintah melalui  Kementerian ESDM akan mengonversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) kepada para nelayan yang memiliki kapal penangkap ikan setara dengan 7.812 metric ton (MT). ANTARAFOTO/Basri Marzuki/rwa.
Ilustrasi Foto: ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI
Banda Aceh -

Nelayan di Aceh mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan BBM jenis solar sejak dua bulan lalu. Para nelayan kadang harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan bakar tersebut.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek mengatakan, para nelayan di Aceh selama ini harus mencari BBM ke daerah lain atau membeli dari tangki mobil. Mereka disebut memakai segala cara agar memperoleh minyak.

"Sekarang cara mendapatkan BBM melalui mobil-mobil yaitu dari tangki mobil bahkan dipesan dari kabupaten terdekat," kata Miftach kepada detikcom, Rabu (10/11/2021).

Kondisi kelangkaan BBM, katanya, dialami nelayan di hampir seluruh wilayah Aceh. Akibatnya, nelayan kadang membeli minyak lebih mahal dari harga yang dijual di SPBU.

"Walaupun dengan harga yang mahal tetap dibeli," jelas Miftach.

"Bahkan nelayan tidak adil mendapatkan BBM. Mobil-mobil mewah bebas mendapatkan BBM solar dan bensin tapi kami nelayan untuk mendapatkan 30 liter perhari harus dengan prosedur yang sedikit dikeluhkan nelayan," bebernya.

Dia berharap kondisi kelangkaan BBM segera teratasi. Menurutnya, para nelayan sudah mengadukan masalah tersebut ke Pemerintah Aceh hingga tim dari Kantor Staf Presiden.

"Semua pihak sudah kita lapor," ujarnya.



Simak Video "Solar di Surabaya Langka Akibat Minim Jatah, Sopir Truk Mengeluh!"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/ang)