Ditekan Joe Biden cs soal EBT, Jokowi: Negara Gede Jangan Hanya Bicara!

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 20 Nov 2021 13:15 WIB
Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden AS Joe Biden (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden AS Joe Biden (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan tekanan yang diterima oleh Indonesia dari negara-negara besar. Dirinya pun telah menyatakan sikap kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Tekanan yang diberikan kepada Indonesia adalah mengenai transisi energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta agar negara-negara besar jangan hanya bisanya bicara saja. Dia menjelaskan dalam transisi energi terdapat masalah, di mana biaya untuk EBT lebih mahal dibandingkan energi fosil.

"Di sini ada gap, karena (fosil) ini murah, yang ini (EBT) agak mahal. Nah, gap-nya ini gimana caranya menyelesaikan? Karena nanti akan banyak yang namanya investasi," kata Jokowi dalam siaran di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/11/2021).

"Kita kemarin bicara dengan Boris Johnson, dengan Joe Biden, mengenai ini. Negara-negara gede jangan hanya bicara saja, tapi ini ada problem. Gap ini siapa yang nanggung? Siapa yang harus menyelesaikan? Kalau negara berkembang nggak mungkin nyuruh-nyuruh, nggak bisa kita, saya sampaikan apa adanya. Nah, mereka kelihatannya sudah mau," sambungnya.

Negara-negara maju pun sudah berjanji untuk menyediakan dana US$ 100 miliar. Uang tersebut akan dikucurkan ke seluruh dunia setiap tahunnya. Namun Jokowi menekankan agar negara maju tak hanya memberi angan-angan kosong.

"Dari janji setiap tahun US$ 100 miliar untuk semuanya, untuk seluruh dunia, setiap tahun, nah jangan hanya memberikan bayangan angka, tapi duitnya nggak nongol, kita ngomong blak-blakan saja," tutur Jokowi.

Indonesia, lanjut dia harus menyiapkan diri untuk menggeser penggunaan energi fosil ke EBT, mulai dari pembangkit listrik tenaga air, angin, hingga tenaga matahari. Semua itu mulai diidentifikasikan.

"Karena akan ditekan kita, 'jangan berinvestasi di Indonesia, karena masih gunakan fosil, jangan beri bantuan ke Indonesia karena masih gunakan fosil' nekannya pasti kayak gitu. Ini yang harus kita antisipasi," tambahnya.



Simak Video "Momen Jokowi Bertemu Biden di KTT COP26, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)