Nasib LPG: Gantikan Minyak Tanah, Nanti Mau Digeser DME

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 21 Nov 2021 08:15 WIB
Salah satu depot LPG di Tangsel
Foto: Aulia Damayanti
Jakarta -

Di masa depan, pemerintah akan mengembangkan Dimethyl Ether (DME) untuk menjadi alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) yang selama ini digunakan oleh rumah tangga untuk memasak.

Penggunaan DME ini disebut-sebut bisa menekan impor LPG yang saat ini jumlahnya besar.

Tapi tahukah kamu, sebelum menggunakan LPG seperti sekarang. Dulunya ibu-ibu rumah tangga menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah.

Pada 2007 lalu, pemerintah melakukan konversi elpiji dan tak lagi menjual minyak tanah bersubsidi di beberapa daerah.

Dikutip dari pemberitaan detikcom, disebutkan jika saat itu pemerintah memang jor-joran memberikan subsidi minyak tanah.

Selain itu banyak rumah tangga yang masih takut menggunakan elpiji karena disebut mudah meledak. Karena itu pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas elpiji melon demi menghemat subsidi negara.

Tapi dalam praktiknya, konversi tersebut tidak berjalan mulus. Pada 2008 saja banyak yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg dan harga gas elpiji 12 kg terus melonjak.

Namun kini hampir seluruh rumah tangga menggunakan gas elpiji melon dan gas ukuran lain untuk pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari.



Simak Video "Warung di Sleman Dilahap Si Jago Merah, Api Sambar Bank-Rumah"
[Gambas:Video 20detik]