Cara Industri Kurangi Emisi Karbon di RI: Bikin PLTS di Pabrik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 21 Nov 2021 14:45 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Danone-Aqua menjadi salah satu perusahaan yang memiliki perhatian besar untuk merawat dan mengurangi emisi karbon. Bahkan, laporan Keberlanjutan Danone-AQUA tahun 2019-2020 berhasil meraih peringkat kategori emas pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021.

Salah satu hal besar yang dikembangkan Danone adalah mengembangkan program untuk mengurangi jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Hal itu dilakukan melalui penggunaan PLTS Atap di lokasi produksinya.

Danone-AQUA berkomitmen untuk menjadi perusahaan dengan emisi nol atau netral karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030.

"Danone-AQUA selalu berupaya untuk membangun model pertumbuhan bisnis yang seimbang, menguntungkan, dan berkelanjutan sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," ungkap VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto dalam keterangannya, Minggu (21/11/2021).

Dalam catatan detikcom, Danone-Aqua akan membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 6,2 MWp di pabrik-pabriknya. Selain itu, Danone Indonesia juga merealisasikannya melalui pemasangan boiler biomassa berkapasitas 6 ton sebagai penghasil tenaga uap di pabriknya.

Mereka menargetkan PLTS dapat terpasang di seluruh atap pabrik Danone-AQUA pada tahun 2023 dengan total kapasitas sistem lebih dari 15 MWp dan mampu menghasilkan listrik sebesar 21 GWh. Hal ini dapat mengurangi emisi karbon sebesar 16.633 ton CO2/tahun, dilanjutkan secara bertahap di seluruh pabrik Sarihusada dan Nutricia hingga tahun 2025.

Ketua National Center for Sustainability Reporting, Dr. Ali Darwin memberikan apresiasi terhadap pelaporan dan kinerja perusahaan yang tahun ini ikut serta dalam ASRRAT 2021.

"Aksi keberlanjutan memerlukan inovasi dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, dan aksi tersebut perlu diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Kami mengapresiasi perusahaan yang telah berupaya untuk terus menjunjung tinggi transparansi melalui pembuatan laporan keberlanjutan dan mendorong peningkatan baik kuantitas maupun kualitas laporan," ujar Ali.



Simak Video "Jawa Barat Kembangkan Energi Alternatif Ramah Lingkungan"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)