Airlangga Ungkap Macam-macam Ancaman RI ke Depan, Apa Saja?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 10:25 WIB
Venesia jadi rumah bagi sejumlah perajin kaca tiup legendaris. Kini nasib perajin itu kian sulit usai terdampak pandemi dan krisis energi yang membayangi Italia
Foto: AP Photo/Antonio Calanni
Jakarta -

Upaya pemerintah menangani kasus COVID-19 relatif baik. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi perekonomian nasional ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, tantangan perekonomian tersebut yakni COVID-19 yang belum berakhir. Di Eropa saja kini muncul gelombang keempat.

"Karena kita ketahui COVID-19 belum berakhir dan dengan berbagai variannya. Di Eropa itu menimbulkan gelombang yang keempat," katanya dalam acara Economic Outlook, Senin (22/11/2021).

Tantangan selanjutnya ialah ketidakpastian geopolitik di mana perang dagang masih berlanjut saat pandemi COVID-19.

"Kita harus menjaga ketidakpastian geopolitik akibat daripada perang dagang yang dilanjutkan saat COVID-19," terangnya.

Ancaman selanjutnya ialah tapering yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Serta, kenaikan harga energi yang menimbulkan krisis energi.

"Kemudian naiknya harga-harga energi yang bisa menimbulkan krisis energi ke depan. Kita ketahui energi sempat harganya minus namun kenaikan energi ini diperkirakan juga sangat berpengaruh terhadap negara kita terutama terkait dengan subsidi energi," terangnya.

Tak cuma itu, Airlangga juga mengatakan, perubahan iklim menjadi tantangan ekonomi Indonesia ke depan.

(acd/fdl)