Dicolek Erick Thohir Toilet SPBU Bayar, Pertamina: Sudah Banyak yang Gratis

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 12:08 WIB
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti salah satu layanan SPBU Pertamina. Erick menemukan toilet SPBU di Kecamatan Malasan, Probolinggo berbayar alias tidak gratis.

Masyarakat diminta untuk membayar Rp 2.000-4.000 setelah menggunakan toilet di SPBU itu. Erick pun langsung meminta direksi Pertamina menggratiskan toilet di SPBU.

Dia menegaskan, layanan toilet di semua SPBU Pertamina baik yang dimiliki oleh Pertamina ataupun yang bermitra dengan swasta harus gratis. Menurutnya, bisnis SPBU sudah meraup untung dari jualan bensin, bahkan di beberapa SPBU juga ada toko kelontongnya.

"Kepada direksi Pertamina, saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis, karena kan sudah ada dapat dari jualan bensin, ada juga toko kelontong. Jadi masyarakat mestinya dapat fasilitas tambahan. Saya minta Direksi Pertamina untuk diperbaiki," kata Erick lewat video yang diunggah di akun Instagramnya @erickthohir, dikutip Selasa (23/11/2021).

Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary Subholding Commercial And Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting mengatakan, Pertamina akan meminta kepada seluruh pemilik SPBU untuk menggratiskan fasilitas toilet umum. Menurutnya, selama ini juga sudah ada beberapa toilet SPBU yang gratis.

"Sebenarnya sudah banyak yang gratis juga," ujar Irto kepada detikcom.

"Kami sosialisasikan kembali ke para pemilik SPBU untuk meningkatkan layanan ke masyarakat, tidak hanya layanan BBM namun juga termasuk memastikan ketersediaan toilet secara gratis dan memperhatikan kebersihan dan kenyamanannya," sambungnya.

Pihaknya juga mengatakan, toilet merupakan salah satu bentuk layanan yang ada di SPBU. Atas teguran dan arahan Menteri BUMN Erick Thohir, pihaknya berterima kasih dan menilai arahan itu diberikan untuk membuat Pertamina menjadi lebih baik.

"Kami berterima kasih atas masukan Pak Menteri dan bapak ibu semua termasuk masukan dari masyarakat untuk membuat Pertamina lebih baik," pungkasnya.

(ara/ara)