31.800 Rumah di Jateng Bakal Nikmati Gas Bumi Langsung dari Pipa

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Des 2021 16:42 WIB
Petugas mengecek meteran gas bumi di Cirebon, Propinsi Jawa Barat, Senin (17/10/2016). PGN terus mengembangkan jaringan distribusi dan memperluas infrastruktur untuk menyalurkan gas bumi ke seluruh segmen pengguna yang ada di Cirebon.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN, Subholding Gas Pertamina menandatangani head of agreement (HoA) dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) mengenai pengembangan pasar gas bumi di wilayah Jawa Tengah. Adanya kerja sama ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati bahan bakar dari gas.

Saat ini, PGN telah melayani 13.961 pelanggan rumah tangga yang tersebar di Kota Semarang dan Blora. Bersama JPEN, kerjasama ini diharapkan dapat menjangkau potensi pelanggan jargas rumah tangga sekitar 31.800 SR yang berlokasi di Kabupaten Cilacap, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Klaten, Kota Solo, dan DI Yogyakarta.

Selain itu untuk memenuhi dan mendorong pemanfaatan gas bumi di wilayah baru di Jawa Tengah, PGN akan menyediakan infrastruktur gas bumi melalui perluasan kapasitas SPBG sebagai CNG Hub dan jaringan pemasaran gas bumi. Salah satu upayanya adalah optimalisasi SPBG Kaligawe yang berlokasi di wilayah Sayung dengan kapasitas 1 BBTUD yang dapat melayani kebutuhan untuk seluruh sektor pelanggan.

"Kerjasama sama ini juga penting untuk pelaksanaan research and development terkait teknologi dan infrastruktur yang akan kita gunakan dalam penyediaan gas serta utilisasi gas bumi, baik untuk pelanggan industri, komersial, dan rumah tangga di Jawa Tengah," kata Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto dalam keterangannya, Jumat (3/11/2021).

Lebih lanjut, Haryo menjelaskan bahwa research and development meliputi empat poin penting. Pertama adalah pengembangan infrastruktur gas bumi dengan moda kereta api milik PT KAI dan mini storage LNG untuk pelanggan rumah tangga, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian selatan, seperti Cilacap, Yogyakarta, Solo, dan Klaten.

Kedua, pengembangan cold storage excess dari proses regasifikasi di mini storage LNG, yang akan dimulai dengan kajian kelayakan teknis dan keekonomian. Ketiga adalah pengembangan teknologi bottling atau tabung Vertical Gas Liquid (VGL) sebagai moda untuk menyalurkan LNG ke lokasi pelanggan PGN yang jauh dari gridline pipa gas distribusi.

"Keempat adalah pemilihan infrastruktur dan teknologi untuk menginisiasi pola distribusi gas bumi di Provinsi Jawa Tengah melalui mekanisme sharing investasi dalam rangka penyerapan gas stranded source," imbuh Haryo.

(acd/dna)