ADVERTISEMENT

Waduh! Sri Mulyani Tantang Direktur Keuangan Pertamina, Kenapa Ya?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 13:03 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menantang Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini untuk melakukan penandaan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim (climate budget tagging). Hal ini guna mendukung agenda pemerintah mencapai target pengendalian perubahan iklim.

Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan telah melakukan climate budget tagging sejak 2016 dan hasilnya dipublikasikan dalam bentuk buku laporan yang diterbitkan setiap tahun. Sedangkan Pertamina disebut belum melakukannya sama sekali.

"Saya berharap Pertamina melakukan hal yang sama. Can you do budget tagging? I will challenge Bu Ema sebagai CFO-nya. Can you do the budget tagging? How much actually you spend on your operational cost, investment cost, capital spending which is related to climate change? Sehingga kita bisa tahu," katanya dalam Pertamina Energy Webinar 2021, Selasa (7/12/2021).

Untuk diketahui, climate budget tagging merupakan upaya untuk mendukung pengelolaan anggaran perubahan iklim agar lebih terukur. Sistem ini mampu melacak alokasi anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta menyajikan data kegiatan, output, dan besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah.

Saat ini, penandaan anggaran telah melibatkan 18 Kementerian dan Lembaga (K/L). Untuk periode 2016-2020, komposisi anggaran perubahan iklim dialokasikan sebesar 74% untuk mitigasi dan 26% untuk adaptasi.

Total belanja pemerintah pusat untuk mitigasi perubahan iklim sejak 2016 mencapai Rp 256,7 triliun, sedangkan untuk adaptasi iklim mencapai Rp 75,9 triliun. "Pemerintah hanya bisa 23% untuk mentransformasikan itu, ini berarti selebihnya dari yang lain termasuk Pertamina," tuturnya.

Untuk itu, Pertamina diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mempercepat transisi energi hingga mencapai target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang. "Peranan sektor energi luar biasa penting, fokus kita transisi ekonomi yang bertanggung jawab dan adil. Mereka yang memproduksi CO2 harus bertanggung jawab lebih besar," tegasnya.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Analis Politik Kritik MPR Kekanakan Gegara Tuntut Sri Mulyani Mundur"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT