ADVERTISEMENT

Mau Dihapus, Begini Pergerakan Harga Premium dari Masa ke Masa

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 15:47 WIB
Pengendara motor terpaksa membeli Bensin Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2013). Premium di SPBU ini habis karena keterlambatan pengiriman karena maraknya aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Jakarta. File detikFoto.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Alasannya karena pemerintah ingin mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari BBM.

BBM jenis Premium memang sudah berkali-kali mengalami perubahan harga di setiap pemerintahan yang berbeda. Mari kita simak pergerakan harga premium sejak era Presiden Soeharto.

Pada era Presiden Soeharto atau di tahun 1980, harga Premium dibanderol Rp 150 per liter. Lalu pada 1991 harga BBM premium naik menjadi Rp 550 per liter.

Selanjutnya pada 1993 harga premium naik lagi ke posisi Rp 700 per liter. Lalu puncaknya di era Presiden Soeharto Rp 1.200 per liter.

Tapi pada masa kepemimpinan Presiden Habibie, harga BBM justru turun ke posisi Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 1.200.

Lalu pada era Gusdur naik ke posisi Rp 1.450 per liter. Kemudian di era Megawati Soekarnoputri harga BBM naik dua kali yaitu dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.550 dan menjadi Rp 1.810.

Pada masa kepemimpinan Presiden SBY harga BBM naik sebanyak 4 kali dan turun 3 kali. Kenaikan pertama terjadi pada 1 Maret 2005 atau empat bulan setelah dilantik pada 20 Oktober 2004. Harga minyak dunia membuat SBY menaikkan Premium dari Rp 1.810 menjadi Rp 2.400 per liter.

Kenaikan kedua terjadi di tahun yang sama yakni dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liter. Kenaikan ketiga terjadi pada Mei 2008 yang kala itu krisis ekonomi global. Premium naik menjadi Rp 6.000 per liter.

Pada Desember 2008, SBY menurunkan Premium Rp 500 menjadi Rp 5.500 per liter. Lalu, hanya beberapa pekan ia kembali menurunkan Rp 500 per liter menjadi Rp 5.000 per liter. Selanjutnya, Januari 2009 SBY kembali menurunkan Premium Rp 500 menjadi Rp 4.500. Harga Premium naik lagi jelang akhir masa pemerintahannya menjadi Rp 6.500 per liter.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga beberapa kali menaikkan dan menurunkan harga Premium. Tak lama setelah menjabat yakni November 2014 Jokowi mengerek harga Premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 atau naik Rp 2.000 per liter. Lalu, tahun 2015 Premium turun menjadi Rp 7.600 per liter.

Harga Premium selanjutnya naik turun. Hingga saat ini, harga Premium Rp 6.450 per liter.

Simak juga Video: Tinggal 7 Negara yang Pakai Bensin Setara Premium, Masih Mau Pakai?

[Gambas:Video 20detik]




(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT