Pemerintah Setop Ekspor Batu Bara, Sri Mulyani Ungkap Fakta Ini

ADVERTISEMENT

Pemerintah Setop Ekspor Batu Bara, Sri Mulyani Ungkap Fakta Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 03 Jan 2022 19:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Kepala BNN Budi Waseso melakukan rilis terkait penggagalan penyelundupan narkotika, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar penyelundupan narkotika di Aceh dan Medan. Dalam upaya penggagalan Narkotika tersebut, petugas berhasil mengamankan 110.84 Kilogram Sabu serta 18.300 butir ekstasi. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang ekspor batu bara dari 1 Januari hingga 31 Januari 2022. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun membeberkan fakta di balik kebijakan tersebut.

Sri Mulyani menyinggung kewajiban memasok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) yang tidak berjalan. Seandainya kebijakan itu dijalankan maka kebutuhan dalam negeri pasti terpenuhi sehingga tidak perlu ada penyetopan ekspor batu bara.

"Makanya sebetulnya policy (kebijakan) mengenai DMO itu kan diputuskan harusnya kalau dipenuhi ya nggak perlu ada keputusan hari ini, kan kayak gitu. Kalau DMO kemarin itu terjalankan harusnya tidak perlu harus melakukan itu, tapi ternyata kan tidak, karena opportunity untuk mengekspor begitu sangat tinggi dengan harga yang tinggi," katanya dalam konferensi pers APBN 2021 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (3/1/2022).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu tak berbicara gamblang apakah para pengusaha batu bara melanggar kebijakan DMO, di mana pengusaha harus memasok 25% produksinya ke dalam negeri.

Tapi yang jelas, Sri Mulyani mengatakan akan ada implikasi pada kebijakan dari situasi yang terjadi saat ini di sektor batu bara.

"Ini yang nanti kita lihat ada pilihan mengenai harga batu bara, ada keputusan DMO, ada harga bicara mengenai listrik di dalam negeri, ada bicara tentang komitmen kontrak luar negeri, kan kayak gitu. Itu semuanya yang nanti kita taruh di dalam sebuah keputusan yang kadang-kadang kita dipaksa oleh situasi itu perubahannya begitu sangat cepat," jelasnya.



Simak Video "Warga Batu Bara Bikin 'Kuburan' Protes Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT