RI Setop Ekspor Batu Bara, China Bakal Gelap Gulita?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 10:25 WIB
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Ekspor Batu Bara/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah resmi melarang ekspor batu bara sejak 1-31 Januari 2022 mendatang. Langkah ini ditempuh untuk mengamankan stok batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Apakah aturan ini akan berpengaruh ke China? Mengingat China adalah salah satu importir batu bara terbesar dari Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg disebutkan, larangan ini diprediksi hanya berdampak kecil untuk China. Karena sebelumnya China juga sudah meningkatkan produksi batu bara domestik untuk mencegah kekurangan pasokan pada tahun lalu.

Jumlah produksi di China sudah mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik. Apalagi saat ini permintaan listrik sangat besar karena musim dingin dan banyak masyarakat yang menggunakan penghangat atau pemanas.

Analis Morgan Stanley Sara Chan mengungkapkan langkah yang sudah ditempuh China ini akan membantu negara tersebut untuk menjaga kondisi pasokan di tengah krisis energi.

"Bahkan larangan batu bara dari Indonesia mulai berlaku pada bulan Januari, dampak secara keseluruhan untuk pembangkit listrik domestik ini masih bisa dikendalikan," kata China Fengkuang Coal Logistics dalam sebuah catatan, dikutip dari Bloomberg, Selasa (4/1/2022).

Dengan larangan ekspor batu bara ini, masih ada pro dan kontra. Karena masih banyak produsen yang ingin menjual ke luar negeri karena harga saat ini sedang bagus-bagusnya.

Lihat juga video 'Blak-blakan Darmawan Prasodjo: 2026, PLN Haramkan Batu Bara':

[Gambas:Video 20detik]



Lanjut halaman berikutnya.