PLN Dibentuk Subholding, Bagaimana Nasib Pegawainya?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 13:24 WIB
Sejumlah pekerja  menyelesaikan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (14/12).
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana membentuk subholding di PT PLN (Persero). Nantinya akan ada tiga institusi di perusahaan listrik negara itu, yakni holding dan dua subholding. Erick memastikan rencana itu tidak akan mengorbankan pegawai PLN.

Dia menilai pembentukan subholding tersebut justru bisa membuat PLN membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM). Dengan kata lain dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja.

"Jangan dipelintir nanti atau dari pihak-pihak yang bermain 'oh dengan hal ini PLN akan melepas pegawai' salah besar, justru ini dikembangin usahanya jangan-jangan perlu tambahan pegawai karena ini kan menjadi 3 institusi," tuturnya.

Lanjut dia, transisi di PLN tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kerja di perusahaan pelat merah itu, terutama agar semakin melek teknologi.

"Transisi ini kita juga pastikan ketenagakerjaan yang ada di PLN itu harus kita upgrading, kita tingkatkan kualitasnya, mesti melek teknologi," papar Erick.

Subholding yang akan dibentuk terdiri dari subholding pembangkit listrik yang nantinya mengkonsolidasikan semua pembangkit listrik milik PLN dan segala infrastruktur turunannya. Lalu nanti ada subholding yang fokus bisnisnya di luar kelistrikan namun dengan memanfaatkan aset-aset milik PLN, misalnya saja fiber optic untuk bisnis mobile.

Sementara itu PT PLN (Persero) berlaku sebagai holding yang fokus pada jaringan transmisi, pelayanan dan pemasaran.

"Jadi ada yang pembangkit dengan segala turunannya, ada PLN Holding yang merupakan grid dan pemasaran atau service, ada sebuah institusi yang memang di luar daripada kelistrikan tapi infrastrukturnya PLN punya, apakah PLN mobile, wifi dan lain-lain," tambahnya.

(toy/eds)