Duh Klasik! Lifting-Investasi Migas Meleset dari Target

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 13:39 WIB
Lapangan Badak di Blok Migas Sanga-Sanga
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Beberapa capaian di sektor minyak dan gas bumi (migas) tak tembus target. Salah satunya terjadi pada lifting migas.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, realisasi lifting minyak di tahun 2021 sebesar 647.890 barel per hari. Realisasi tersebut di bawah target 2021 sebesar 705.000 barel per hari.

Hal senada juga terjadi pada lifting gas. Realisasi lifting gas di 2021 sebesar 981.980 barel setara minyak per hari. Angka ini di bawah target 2021 sebesar 1,007 juta barel setara minyak per hari.

"Tidak tercapainya target lifting migas tersebut antara lain karena rendahnya posisi awal atau low entry point pada awal tahun 2021, kemudian unplanned shutdown," katanya dalam konferensi pers, Rabu (19/1/2022).

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) US$ 68,47 per barel. Angka ini di atas target US$ 45 barel per hari.

Realisasi investasi migas pada 2021 juga tak tembus target. Adapun realisasinya US$ 15,90 miliar di bawah target US$ 16,81 miliar.

"Terdapat beberapa hambatan dalam pencapaian investasi migas di antaranya berupa investasi hilir, khususnya pada kilang RDMP dan GRR Tuban terkait dengan efisiensi biaya," katanya.

Sebagai tambahan, Kementerian ESDM mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) migas di 2021 sebesar Rp 103,19 triliun.

(acd/ara)