Pagar Alam Disebut Satu-satunya Kota di RI yang Manfaatkan EBT 100%

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 11:15 WIB
Jokowi dan Herman Deru
Foto: dok. Pemprov Sumsel

Saat ini pembangkit EBT tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga minihidro green Lahat yang berkapasitas 9,99 MW dioperasikan oleh PT Green Lahat. Ada juga pembangkit listrik tenaga panas bumi Kumut Bali berkapasitas 55 MW di Kabupaten Muara Enim, pembangkit listrik tenaga panas bumi Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim, serta di Kabupaten dan Kota Lahat yang dioperasikan oleh PT Supreme Energi Rantau Dedap.

Sementara untuk suplai kelistrikan Kota Pagar Alam dilayani oleh PT PLN (Persero) ULP Pagar Alam yang merupakan salah satu unit layanan pelanggan di bawah wilayah kerja PT PLN UIW S2JB. Dengan jumlah pelanggan 41.666 dan KWH jual sebesar 59.329.372 Kwh atau setara dengan 6,77 MW Kota Pagar Alam memiliki beban puncak sebesar 8.2 MW.

Sumber pasokan kelistrikan Kota Pagar Alam didapat dari pembangkit listrik tenaga minihidro green lahat berkapasitas 9,99 MW yang dialirkan melalui gardu induk Kota Pagar Alam. Namun, pemanfaatan SDA sebagai sumber tenaga kelistrikan di kota Pagar Alam tersebut tidak akan berjalan baik tanpa adanya dukungan untuk menjaga SDA tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memuji dan bangga terhadap Pemprov Sumsel dan Pemkot Pagar Alam yang telah berupaya menerapkan EBT di wilayahnya. Meski telah 100% memanfaatkan energi hijau untuk suplai listrik, Jokowi menilai akan sangat baik lagi apabila kota Pagar Alam sudah memulai penggunaan dari mikrohidro.

"Pemanfaatan energi ini sudah seratus persen dan bagus sekali. Pagar Alam akan menjadi kota zero emisi yang pertama kalau ditindak lanjuti, dan juga akan menjadi kota pertama di Indonesia yang menggunakan energi hijau," tegas Jokowi.

"Brand baru energi hijau akan tersemat untuk kota ini. Seluruh tanah air akan melihat ke Kota Pagar Alam. Hijau keindahan alam dan energinya, orang mendambakan menuju green city. Kotanya sangat hijau dan semua bersumber pada EBT," sambungnya.

Untuk diketahui, beberapa pembangkit EBT mendominasi dalam mensuplai kelistrikan bagi kota Pagar Alam dan semua terinterkoneksi melalui sistem transmisi Sumbagsel. Saat ini, dunia global tengah menuju EBT dan semua negara juga telah mulai merencanakan untuk menuju energi hijau, baik itu energi matahari, hydropower, energi geothermal, energi arus laut, dan angin. Sebab dengan EBT, emisi gas buang dari energi fosil yang saat ini digunakan dapat dihindari sehingga dapat mencegah perubahan iklim.


(prf/ara)