ADVERTISEMENT

Harga Tembaga Naik tapi Nggak Ada yang Beli, Pada Liburan Imlek

Iffa Naila Safira - detikFinance
Selasa, 01 Feb 2022 22:00 WIB
Tambang Batu Hijau PT Newmont terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). detikcom berksempatan melihat dari dekat proses penambangan tembaga, emas dan perak di Sumbawa, NTB, tersebut,Rabu, (29/06/2011). file/detikfoto
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Senin kemarin harga tembaga naik lebih tinggi, karena dolar AS sedang melemah. Tetapi, perdagangan melesu karena pasar logam utama China ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu.

Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga tembaga naik 0,3% menjadi US$ 9.536 per ton pada 1705 GMT, hal ini mengatasi kelemahan awal.

"Perdagangan akan relatif sepi seminggu ini karena Tahun Baru Imlek. Tetapi, saat ini logam dasar didukung oleh pasar ekuitas yang ramah dan dolar yang juga mendorong logam naik," kata Analis Komoditas Commerzbank, Daniel Briesemann.

Dolar yang sedang melemah mendukung permintaan barang komoditas yang dihargai. Sementara, pasar saham yang lebih kuat menunjukkan selera risiko yang lebih tinggi dari para investor.

Logam industri, yang dianggap sebagai penentu arah ekonomi, sudah ditetapkan berapa kerugian bulanan terbesarnya sejak bulan September, karena pasar sudah bersiap untuk suku bunga AS yang lebih tinggi.

Tapi, ini sudah sesuai jalur untuk kenaikan bulanan yang lebih dari 9%. Kenaikan terbesar sejak November 2020, pada output yang lebih rendah, permintaan yang solid serta kekhawatiran tentang eskalasi konflik Ukraina dapat mengganggu ekspor dari produsen utama Rusia.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT