Anak Usaha Delta Dunia Makmur Perbarui Kontrak Tambang di Australia

Atta Kharisma - detikFinance
Selasa, 22 Feb 2022 19:22 WIB
Harga batu bara belum beranjak jauh dari level terendahnya. Selasa (3/11) harga batubara kontrak pengiriman Desember 2015 di ICE Futures Exchange bergerak flat dibanding sehari sebelumnya di US$ 53,15 per metrik ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi batu bara/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Delta Dunia Makmur Tbk (Persero) mengumumkan salah satu anak perusahaannya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melalui cabang di Australia, BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia) telah memperbarui kontrak jasa pertambangan dengan BHP Billiton dan Mitsubishi Alliance (BMA). Pembaruan kontrak terkait operasi tambang batu bara coking Blackwater yang berlokasi di Blackwater, Queensland, Australia ini akan menambahkan sekitar AU$550 juta ke buku pesanan BUMA Australia dan berlangsung hingga Juni 2026.

"Kami terus melangkah maju dalam pengembangan bisnis, dan kami menyambut baik pembaruan kontrak ini yang akan memperkuat Perseroan secara finansial serta melengkapi portofolio pertambangan kami yang berkualitas tinggi. Pembaruan kontrak ini tidak hanya akan memperkokoh kehadiran kami di Indonesia dan Australia, namun juga pada skala global," ujar President Director PT Delta Dunia Makmur Tbk. Ronald Sutardja dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2/2022).

Ronald mengatakan pembaruan kontrak tersebut merupakan manifestasi strategi untuk melakukan ekspansi bisnis di Australia, terutama setelah kesuksesan akuisisi Downer Mining East pada Desember lalu.

"Pembaruan kontrak ini merupakan manifestasi dari strategi Perseroan untuk terus melakukan ekspansi bisnis, khususnya bisnis di Australia menyusul kesuksesan akuisisi Downer Mining East pada Desember tahun lalu. Kami berada di posisi yang tepat untuk mewujudkan visi kami menjadi menjadi penyedia jasa pertambangan terkemuka yang menciptakan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan," imbuhnya.

Lebih lanjut Ronald menilai keberhasilan BUMA Australia mendapatkan pembaruan kontrak ini mencerminkan bahwa BMA selaku produsen dan pemasok batubara coking terbesar di Australia serta peserta joint venture yakin BUMA Australia memiliki kemampuan untuk mengoperasikan proyek-proyek pertambangan yang besar dan kompleks.

CEO BUMA Australia Colin Gilligan menjelaskan pembaruan kontrak tersebut merupakan wujud pengakuan terhadap kapabilitas BUMA Australia sebagai salah satu kontraktor tambang terbaik di Australia.

"Pembaruan kontrak ini merupakan bentuk pengakuan atas kapabilitas BUMA Australia sebagai salah satu kontraktor tambang terbaik di Australia. Didukung oleh manajemen dan tim operasional yang berpengalaman, kami siap membantu eksplorasi BMA di Blackwater dan memenuhi target produksi senilai 36 juta bcm," jelasnya.

Untuk lebih memperkuat bisnisnya, lanjut Colin, BUMA Australia akan terus melakukan diskusi dengan klien dan calon klien baru untuk perpanjangan kontrak maupun kontrak baru. Pembaruan kontrak ini serta upaya berkelanjutan untuk tumbuh di Australia semakin memvalidasi komitmen perusahaan di Australia dan menegaskan akuisisi bisnis Australia oleh Perseroan melalui BUMA.

Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya juga akan terus menjalankan strategi diversifikasi komoditas dan geografi, sekaligus memperkuat kapabilitas di sisi infrastruktur, bisnis berkelanjutan dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan salah satu misi perusahaan dalam menyediakan jasa pertambangan yang dapat diandalkan dan berkomitmen.



Simak Video "14 Orang Tewas dalam Kebakaran Tambang Batu Bara di Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)