Rusia Akui Kemerdekaan 2 Wilayah Ukraina, Jerman Setop Proyek Pipa Gas

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 23 Feb 2022 08:45 WIB
Citra satelit tunjukkan aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina beberapa waktu terakhir. Sementara itu, Rusia dikabarkan akan invasi Ukraina besok.
Militer Rusia Siaga di Perbatasan Ukraina/Foto: Satellite image ©2022 Maxar Technologies via AP
Jakarta -

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan penghentian sementara proses pemberian izin proyek jaringan pipa Nord Stream 2. Hal ini merupakan reaksi atas pengakuan pemerintah Rusia terhadap kawasan di Ukraina.

Pipa sepanjang 1.230 kilometer (km) itu harusnya mengangkut sejumlah besar gas alam langsung dari Rusia ke Eropa melalui Jerman. Meskipun telah berada di sana, sejauh ini belum ada gas yang dialiri dari Rusia.

Jerman sudah menerima gas Rusia melalui Nord Stream 1, pipa serupa yang juga melewati bawah Laut Baltik. Ketika Rusia meningkatkan aksi militernya di Ukraina, tekanan pada Jerman untuk menghentikan proyek tersebut semakin meningkat.

"Tindakan Rusia di Ukraina membuat proyek tersebut mati secara politis," demikian dikutip dari CNN, Rabu (23/2/2022).

Nord Stream 2 ditetapkan untuk menambahkan 100 juta ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahun, belum lagi kebocoran metana yang tak terhindarkan, gas rumah kaca dengan lebih dari 80 kali kekuatan pemanasan planet CO2 dalam jangka pendek.

Sekarang Eropa, khususnya Jerman memiliki kesempatan untuk menggunakan momen ini agar menjauh tidak hanya dari Nord Stream 2, tetapi juga dari ketergantungannya yang semakin besar pada gas fosil.

Jerman adalah salah satu dari sedikit negara maju yang menentang tenaga nuklir dan sedang dalam proses mematikan beberapa reaktornya. Tanpa itu, dia menjadi sangat bergantung pada gas dan akan membutuhkan pemikiran ulang yang radikal untuk mempercepat pembangkit energi terbarukan.

Simak juga Video: Kendaraan Militer Rusia Semakin Bertambah di Perbatasan Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)