PGN & PIM Kerja Sama Kembangkan Gas Bumi Ramah Lingkungan

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2022 12:40 WIB
Ilustrasi PGN
Foto: PGN
Jakarta -

PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina bersinergi dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Sinergi ini dilakukan dalam rangka hilirisasi pengembangan gas bumi ramah lingkungan, yaitu blue ammonia.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan Direktur Utama PIM Budi Santoso Syarif pada Kamis (24/2) lalu.

"Kami siap berkolaborasi dengan PIM untuk melakukan kajian bersama dalam rangka hilirisasi gas bumi dan pengembangan bisnis berbasis gas (C1) yang ramah lingkungan terutama terkait bisnis Blue Ammonia," ujar Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (3/3/2022).

Heru menjelaskan blue ammonia merupakan ammonia yang diproses melalui tahapan Carbon Capture Storage (CCS) pada saat produksi H2. Sehingga, gas ini dinilai lebih ramah lingkungan, mudah ditransportasikan, dan dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar powerplant atau sektor transportasi.

Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan target Indonesia terkait penurunan emisi karbon sampai dengan 29% dan target menuju net zero emission sebelum tahun 2060.

"Pertamina Group bersama PIM, BUMN, dan mitra bisnis lainnya berupaya menyusun business plan yang terintegrasi mencakup seluruh potensi bisnis yang ada agar bisa merealisasikan kerja sama melalui pemanfaatan energi dengan tingkat emisi yang lebih rendah, sejalan dengan salah satu isu prioritas dari 3 isu utama KTT G20, termasuk peran gas bumi dalam transisi energi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Budi Santoso Syarif mengatakan salah satu rencana PIM ke depan adalah mengembangkan Blue Ammonia di lahan IMIA. Ia menjelaskan pihaknya akan menggandeng PGN sebagai penyedia gas bumi dan infrastruktur gas untuk Pabrik Ammonia baru.

Sedangkan PIM akan menyediakan lahan dan utilitas untuk operasional pabrik, serta mengoperasikan pabrik Blue Ammonia. Mengingat PIM memiliki pengalaman panjang dalam pengoperasian pabrik pupuk.

Budi mengungkap Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di pabrik ammonia akan di-capture dan di-treatment lebih lanjut dalam bentuk CCS (Carbon Capture Storage) atau CCUS (Carbon Capture Utilization Unit), sehingga Ammonia yang diproduksi menjadi Blue Ammonia.

"CO2 yang dihasilkan akan diinjeksikan ke sumur oil and gas untuk menambah tonase oil recovery. Dengan menyimpan CO2 di bawah tanah, dapat menjadi enabler untuk peningkatan produksi migas. Hal ini berpotensi meningkatkan profit PGN maupun PIM," pungkas Budi.

(ncm/ara)