Limbah Batu Bara Diolah Jadi Bahan Pembangunan Jalan 150 Km

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 09 Mar 2022 21:43 WIB
PLN bersama PT Adhi Karya Tbk (Persero) memakai limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Asam Asam untuk bangun infrastruktur di Kalimantan Selatan.
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN bersama PT Adhi Karya Tbk (Persero) memakai limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU Asam Asam untuk bangun infrastruktur di Kalimantan Selatan. Adapun infrastruktur yang dibangun yaitu jalan sepanjang 150 kilometer.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan, Daniel Eliawardhana menjelaskan dari kerja sama ini PLN mengirimkan 140 ton FABA ke Adhi Karya. FABA itu kemudian dimanfaatkan sebagai bahan tambah pengganti semen pada campuran beton dalam proyek infrastruktur tersebut.

"Optimalisasi pemanfaatan FABA khususnya yang dihasilkan PLTU milik PLN gencar dilakukan menyusul dikategorikannya FABA menjadi limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)," ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Daniel merinci PLTU Asam-asam punya kapasitas 4x65 Megawatt yang terletak di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. PLTA ini menghasilkan 160 ton FABA per hari dalam proses produksinya.

"PLN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam pemanfaatan FABA hasil pembakaran batu bara untuk berbagai bahan baku keperluan sektor konstruksi dan infrastruktur di sekitar lokasi PLTU Asam-asam," imbuh Daniel.

Daniel menambahkan saat ini di lokasi PLTU Asam-asam terdapat lima ratus ribu ton stock FABA. Selain dimanfaatkan Adhi Karya, FABA ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan UMKM setempat untuk diolah menjadi paving block dan batako.

"Kami secara proaktif mengajak pemerintah daerah, UMKM, Badan Usaha Milik Desa serta kelompok masyarakat untuk dapat memanfaatkan FABA menjadi produk ramah lingkungan dan memberikan multiplier effect dalam meningkatkan kontribusi terhadap sektor perekonomian," kata Daniel.

FABA bisa dikategorikan sebagai produk samping yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). PLN memastikan seluruh syarat dan persetujuan lingkungan telah dipenuhi sesuai standar dan ketentuan nasional yang mengacu pada standar prosedur internasional Best Available Techniques (BAT) dan Best Environmental Practices (BEP).

(akd/hns)