Bos Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi & LPG 3 Kg Nggak Naik

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Mar 2022 19:37 WIB
Warga membeli bbm subsidi jenis premium di SPBU Pertamina, Otista, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019). Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan tidak ada kenaikan harga pada bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi. Hal ini disampaikan saat paparan mengenai besarnya subsidi BBM dan LPG.

"Kalau tidak ingin memberikan tambahan beban ke masyarakat, seperti halnya hari ini kebijakan pemerintah adalah tidak ada kenaikan harga BBM atau LPG subsidi. Jadi beban ini harus ditutup subsidi," katanya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, Senin (28/3/2022).

Perihal volume untuk BBM dan Elpiji yang disubsidi, Nicke mengakui memang besarannya sangat tinggi. Untuk LPG subsidi besarannya 93% dan 7% untuk yang non subsidi.

"BBM baik gasoline (bensin) secara keseluruhan 83% subsidi dan 17% nonsubsidi. Memang subsidi ini besar. Bagaimana ke depannya? Dalam melihat beban ini, memang beban ini tidak akan hilang. Beban itu bisa ke Pertamina, pemerintah, dan ke masyarakat, ini harus kita balance," jelasnya

Untuk itu, Nicke menyarankan harus ada perubahan dalam skema subsidi dua komoditas energi tersebut. Menurutnya, subsidi lebih baik langsung ke orang bukan ke barang.

"Barangkali solusinya yang permanen adalah baiknya subsidi langsung. Sehingga subsidinya langsung ke orang bukan ke barang. Karena subsidi ke barang menghasilkan gap harga yang tinggi. Maka di sini maka di sini ada permasalahan. Seperti hari ini yang harga subsi dijual hanya sepertiga dari harga market. Dua pertiga disubsidi dari negara," ungkapnya.

Sebagai informasi, selama ini Pertamina menjalankan penyaluran BBM penugasan alias subsidi yaitu Premium dan Biosolar B30. Sedangkan LPG subsidi untuk ukuran 3 kilogram (kg).

Nicke menambahkan untuk merealisasikan usulannya itu membutuhkan proses yang panjang. Meski demikian, Nicke tetap meyakini subsidi langsung menjadi solusi agar subsidi lebih tepat sasaran.

"Kami tahu bahwa menuju ke arah sana tantangannya besar, tetapi kalau kita ingin memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak menambahkan beban masyarakat maka solusinya ada itu. Kalau boleh kita nanti meminta dukungan ke arah sana," tutupnya.

(hns/hns)