Harga Pertamax Mau Naik ke Rp 12.000/Liter, Ahok: Masih Rugi Tapi Tak Parah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2022 12:22 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengonfirmasi harga BBM jenis Pertamax akan naik pada 1 April 2022. Harga Pertamax akan berada di kisaran Rp 12.000 per liter.

Ahok mengatakan, harga ini masih lebih rendah dari kompetitornya Shell. Kenaikan harga ini dengan pertimbangan agar tidak memberatkan masyarakat dan SPBU swasta tidak mengerek harga lebih tinggi.

"Ya (lebih murah). Supaya masyarakat tidak terlalu berat dan SPBU swasta tidak bisa naikkan terlalu tinggi dengan harga minyak Indonesia ICP sudah US$ 114/barel mulai berlaku 1/4," katanya kepada detikcom, Kamis (31/4/2022).

Dia mengakui, meski harga Pertamax naik, Pertamina masih rugi. Namun, terpenting kerugiannya tidak parah.

"Pertamina harus menjadi penyedia walau masih rugi, yang penting tidak rugi parah. Karena dari hulu juga ada keuntungan tambahan dengan naiknya harga ICP walaupun tidak bisa nutup kerugian penjualan," katanya.

Harga Pertamax saat ini dibanderol sekitar Rp 9.000 per liter. Sumber detikcom menyebut, meski Pertamax naik, masih akan lebih rendah dari BBM RON 92 yang dijual Shell.

Shell menjual Shell Super yang merupakan BBM RON 92 dengan harga Rp 12.990 per liter.

"Di bawah 12.900, (sekitar) Rp 12.400-12.500-12.600 gitu lah," ungkapnya.

Simak Video: Besok Pertamax Bakal Naik, Erick Thohir: Mohon Maaf

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)