ADVERTISEMENT

Bertemu Serikat Pekerja PLN, Erick Thohir Pesan Hal Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 16:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir sore kemarin melakukan pertemuan akbar dengan Serikat Pekerja PT PLN (Persero). Di depan para pekerja, Erick memastikan akan mengubah kebijakan yang membuat lemah posisi PLN.

Dia meminta agar para pekerja PLN tidak khawatir dan meminta agar insan PLN bisa bekerja secara optimal membangun perusahaan energi tersebut.

"Pak Dirut (PLN) bilang, ketika tidak ada satu visi di antara kita, kita mudah diintervensi. Kalau kita solid, menteri mendapatkan data dan fakta yang transparan, saya nggak ragu bersama PLN direksi bersama komisaris dan semua mempertahankan eksistensi perjuangan PLN yang harus dilakukan," ungkap Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (8/4/2022).

Erick juga bercerita, PLN saat ini tengah menghadapi tantangan luar biasa, seperti kelebihan pasokan oversupply listrik hingga tantangan berupa transisi energi. Namun untuk menjawab segala tantangan tersebut, dirinya telah membentuk holdingisasi di tubuh PLN.

"Roadmap kita jaga supaya PLN makin kuat. Tidak mungkin saya membentuk holding utnuk memperlemah PLN. Juga karena holding itu bukan berarti saya mendukung liberalisasi. Justru kita balik, yang selalu saya bilang, kita harus membangun ekosistem kita sendiri," ungkap Erick.

Terkait dengan aspirasi Serikat Pekerja soal masalah restrukturisasi, Erick Thohir menjamin tidak akan mengurangi porsi pegawai. Bahkan dengan dengan PLN yang semakin ekspansif ke depan, porsi pegawai akan bertambah. Hal ini tentu dengan jaminan bahwa hak-hak pegawai tidak akan berkurang sedikit pun.

Selain itu, Erick Thohir juga telah memerintahkan PLN untuk tidak mengurangi porsi bisnisnya, tapi justru melakukan ekspansi bisnis.

Pasalnya, Erick menilai Indonesia memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh anak bangsa. Seperti yang telah dilakukan oleh PLN selama ini di sektor energi.

"Sudah sekian lama Indonesia besar, SDA-nya untuk pertumbuhan ekonomi negara lain. Kita harus pastikan, SDA kita harus menjadi pertumbuhan ekonomi bangsa kita, menjadi lapangan pekerjaan bangsa kita dan membuka kesempatan usaha bangsa kita. Market kita yang besar ini tidak boleh dipakai oleh bangsa lain, tetapi juga untuk pertumbuhan bangsa kita," tutur Erick Thohir.

(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT