ADVERTISEMENT

Wow! China Mau Borong Semua Harta Karun Tanah Jarang di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 11 Apr 2022 15:00 WIB
FILE PHOTO: A bastnaesite mineral containing rare earth is pictured at a laboratory of Yasuhiro Kato, an associate professor of earth science at the University of Tokyo, July 5, 2011. REUTERS/Yuriko Nakao/File Photo
Foto: Reuters
Jakarta -

Logam tanah jarang alias rare earth ternyata banyak terkandung di alam Indonesia. Komoditas yang satu ini disebut-sebut menjadi salah satu harta karun yang dimiliki alam Indonesia.

Saat ini, rare earth pun sedang menjadi komoditas yang banyak dicari, bahkan pihak swasta China sudah mengaku ingin membeli semua kandungan logam tanah jarang di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Timah Achmad Ardianto.

Dia mengatakan PT Timah saat ini sedang mencari cara untuk mengekstraksi logam tanah jarang yang terkandung dalam monasit. Mineral tersebut banyak ditemui di tambang timah.

Meskipun pengekstraksian rare earth masih dicari teknologinya, menurut Achmad, dari sekarang sudah harus ada kepastian pasar untuk rare earth hasil produksi PT Timah. Menurutnya, harus jelas rare earth akan digunakan di dalam negeri atau bisa digunakan pihak swasta.

"Kita mau pastikan juga end user (pengguna rare earth) kita ada, nggak perlu swasta. Bisa juga pemerintah RI untuk kuasai apakah untuk penerbangan, pertahanan," ungkap Achmad dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (11/4/2022).

Soal pengguna swasta, sudah banyak peminatnya. Achmad mengatakan perusahaan pertahanan dan penerbangan dari Amerika Serikat, Lockheed Martin sudah menyatakan minatnya membeli logam tanah jarang dari Indonesia.

"Saat ini Lockheed Martin sudah menunjukkan ketertarikannya untuk membeli logam tanah jarang dari Indonesia," jelas Achmad.

Malah, menurut Achmad, ada satu perusahaan asal China yang mau memborong semua hasil produksi rare earth yang ada di Indonesia.

"Selain itu, ada perusahaan China yang katakan mau beli semua kalau nggak ada yang mau beli," lanjut Achmad.

Namun menurutnya, pihaknya tak bisa begitu saja memilih siapa pembeli rare earth. Harus ada peran pemerintah untuk menentukan apakah rare earth akan digunakan di dalam negeri atau boleh diekspor. "Dari sisi politis mesti kita lihat juga mau seperti apa," sebutnya.

Di sisi lain, Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan pemerintah masih belum menentukan sikap apakah akan menahan ekspor rare earth atau akan memberikan izin ekspor. Semua masih didiskusikan.

"Apakah kita akan memutuskan menahan ekspor atau kita sejak pembentukan langsung tentukan ini yang kita tahan yang ini yang mau kita ekspor. Ini penting nanti kita diskusikan," ungkap Ridwan.

Ridwan mengatakan, pemerintah akan cepat memutuskan apakah logam tanah jarang mau digunakan di dalam negeri saja atau boleh diekspor.

"China saja mau beli semua tapi belum tahu untuk apa, dia beli saja dan dikumpulkan," kata Ridwan.



Simak Video "'Awan Gua' Langka Ditemukan di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT