Menteri ESDM Imbau Pelaku Industri Gunakan Solar Non Subsidi

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Senin, 11 Apr 2022 17:02 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan BPH Migas melakukan peninjauan ke beberapa SPBU di wilayah Kota Bengkulu, Minggu (10/4). Hal ini dilakukan guna memastikan pasokan suplai dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) aman selama Ramadan.

"Kami akan memenuhi kebutuhan BBM saat Ramadan dan libur Idul Fitri, semuanya berjalan lancar," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulis, Senin (11/4/2022).

Hal ini disampaikannya saat mengunjungi SPBU 24.382.16 di Jalan Depati Payung Negara KM 15, Betungan, Kota Bengkulu. Dalam peninjauan tersebut, Arifin juga menyampaikan pemerintah saat ini mengalokasikan Solar subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan kepada industri yang melakukan bisnis komersial.

Untuk itu, ia mengimbau agar para pelaku industri yang selama ini menggunakan Solar subsidi, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk beralih memakai BBM non subsidi.

"Hari ini kita melihat di lapangan bahwa masih ada yang menggunakan BBM tidak sesuai peruntukannya, banyak Solar subsidi ini dipakai untuk kegiatan industri. Hal inilah yang mengakibatkan masyarakat tidak mendapatkan BBM subsidi tersebut," imbau Arifin.

Arifin mengakui saat ini terjadi perubahan harga yang cukup besar lantaran harga harga minyak dunia yang meningkat. Menurutnya, kondisi ini tak terkendali sehingga alokasi BBM subsidi perlu digunakan dengan tepat.

"Ini yang tidak bisa dikendalikan karena harga minyak dunia saat ini meningkat sangat tinggi. Untuk itu, kami harus bisa mengalokasikan subsidi ini dengan tepat dan masyarakat harus disiplin untuk bisa menggunakan sesuai haknya," pungkas Arifin.

Sebagai informasi, turut hadir dalam peninjauan ini di antaranya Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial, serta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

(akn/hns)