Polling

Ada Sinyal Harga Pertalite, LPG 3 Kg, Tarif Listrik Mau Naik, Setuju Nggak?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 16:40 WIB
Pekerja tengah menurunkan gas LPG 3 Kilogram di kawasan Jakarta Selatan, Senin (3/1/2021). Skema distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi akan diubah oleh pemerintah mulai tahun ini. Perubahan ini dilakukan karena selama ini distribusi LPG 3 kg dinilai tidak tepat sasaran.
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Baru saja harga BBM Pertamax naik, kini giliran harga Pertalite dan biosolar rencananya mau naik. Tak cuma itu, harga LPG 3 kg dan tarif listrik pun mau naik juga.

Rencana kenaikan harga ini sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

"Jadi over all yang akan terjadi nanti Pertamax, Pertalite (naik). Premium belum. Terus kemudian mengenai gas yang 3 kg itu kita bertahap," ujar Luhut di sela-sela meninjau progres Depo LRT Jabodebek di Bekasi, Jumat (1/4/2022).

Kini sinyak tersebut makin kuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan rencana kenaikan tersebut dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022). Menurut Airifn saat ini harga minyak dunia sedang melonjak, sehingga harga BBM Pertalite butuh penyesuaian, termasuk biosolar

"Dalam jangka menengah dan panjang kita akan melakukan optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioethanol, BioCNG dan lain-lain," ujar dia di DPR, Rabu (13/4/2022).

Selain itu harga LPG 3 kg juga disebut bakal naik. Pemerintah telah menyusun rencana jangka menengah dan panjang terkait penyesuaian harga jual eceran LPG 3kg.

Langkah dilakukan demi mengurangi tekanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menjaga inflasi.

"Dalam jangka menengah dan panjang, melakukan substitusi dengan kompor induksi, jaringan gas kita harapkan bisa 1 juta rumah tangga per tahun, subsidi komoditas menjadi subsidi langsung ke pengguna, substitusi dengan DME untuk jangka panjang demi mengurangi 1 juta metrik ton elpiji di 2027 dan penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi serta percepatan program biogas," beber Arifin.

Dia juga memberi sinyal kenaikan tarif listrik. Arifin menjelaskan hal ini masih sejalan dengan dampak kenaikan harga minyak mentah dunia yang akan berdampak pada sektor ketenagalistrikan.

Arifin mengatakan langkah ini sebagai bentuk respons pemerintah atas melonjaknya harga minyak global. Kenaikan itu turut mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret yang mencapai US$ 98,4 per barel, jauh di atas asumsi APBN yang hanya US$ 63 per barel.

"Ada beberapa langkah strategis dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia yang akan kami lakukan baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Arifin.

Kira-kira detikers setuju atau nggak harga Pertalite, LPG 3kg hingga tarif listrik naik? Langsung ikuti polling di bawah ini. Polling akan ditutup pada Kamis (14/4/2022) pukul 15.00.

(hns/hns)