Mudik Lebaran Bikin Pasokan Listrik 'Luber', PLN Bisa Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2022 18:30 WIB
Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, akan menjadi tempat salat Idul Fitri para pejabat negara. PLN pun memastikan pasokan listrik di Masjid Istiqlal aman saat Idul Fitri.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Di musim mudik Lebaran 2022, beban puncak kelistrikan di berbagai kota besar mengalami penurunan yang tajam. Hal ini membuat PT PLN (Persero) dihadapkan dengan kondisi pasokan listrik yang 'luber'.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan hal ini terjadi karena pusat-pusat bisnis di kota besar harus libur sementara selama masa Lebaran. Maka dari itu konsumsi listrik jadi anjlok.

"Ada pergerakan mudik lebuh dari 20 juta pemudik, industri libur bisnis sementara libur. Dalam proses mudik kami mendeteksi ada penurunan konsumsi listrik, utamanya di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur," ungkap Darmawan dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/5/2022).

Di Jawa-Madura-Bali saja misalnya, beban puncak kelistrikan di waktu normal bisa mencapai 28 giga watt, namun saat ini hanya berada di rentang 19 giga watt. Bahkan, pada saat hari pertama Lebaran 2 Mei lalu sempat menyentuh ke angka 13 giga watt.

"Dengan penurunan beban ini tentu saja kami harus seimbangkan pasokan dan demand. Sistem kelistrikan kelebihan pasokan ada dampaknya juga. Frekuensi meningkat di atas 50 hertz dan voltase naik yang seharusnya 220 naik di atas itu," ungkap Darmawan.

Melihat masalah ini, Darmawan mengatakan pihaknya harus melakukan pengaturan beban kelistrikan dari mulai pembangkit hingga distribusinya. Misalnya saja pada proses distribusinya, saat beban puncak di kota besar turun maka PLN akan melakukan distribusi langsung ke daerah-daerah tujuan pemudik. Pasalnya, kenaikan konsumsi listrik skala rumah tangga akan terjadi. Misalnya saja di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, ataupun Bali.

Darmawan menjelaskan dari hulu ke hilir pihaknya sudah membuat sistem digitalisasi pengaturan beban. Prediksi kenaikan beban akan ditinjau secara cepat dan real time.

"Kami lakukan transformasi dengan digitalisasi pengaturan beban. Tadinya prediksi kenaikan dan penurunan beban dilakukan H-1, dan kami lakukan di hari H kami seimbangkan berbasis prediksi H-1 nya. Kami prediksi saat ini mulai dari pagi, siang, dan sore kami prediksi," ungkap Darmawan.

Simak juga 'Intip Command Center Jalan Tol Pertama di RI Milik Jasa Marga':

[Gambas:Video 20detik]