Lewat 'Markas' Canggih, Pertamina Jaga Pasokan BBM saat Mudik Lebaran Menggila

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 16:00 WIB
Markas Pertamina
Foto: Markas Pertamina (Dangan Sugianto/detikcom)
Jakarta -

Mudik Lebaran tahun ini bisa dibilang musim mudik yang paling besar yang pernah ada. Antusias masyarakat untuk mudik sangat besar setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik.

Satu hal yang menjadi perhatian ketika pemudik membeludak adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). PT Pertamina (Persero) yang menjadi produsen BBM satu-satunya di Indonesia menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam menjaga ketersediaan BBM saat musim mudik.

Untuk tahun ini Pertamina menghadapi lonjakan permintaan BBM saat musim mudik dengan persiapan yang berbeda. Pertamina kini memiliki markas khusus yang bernama PIDCC (Pertamina Integrated Enterprise Data & Command Center).

Lewat PIDCC, Pertamina dan satgas Rafi (Ramadhan dan Idul Fitril) 2022 bisa memantau seluruh kegiatan penyaluran BBM dan LPG selama arus mudik. Mulai dari stok di kilang, pengiriman melalui kapal, hingga distribusi dan penjualan BBM di SPBU.

"Inilah kunci kenapa kita kemudian command center ini menjadi kunci keberhasilan. Tahun ini di masa peak peningkatannya sampai 41%. Padahal selama ini tertinggi peningkatannta 11%," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di PIDCC, Jakarta, Jumat (6/5/2022).

PIDCC sendiri berada di gedung Grha Pertamina. Gedung ini merupakan gedung baru milik Pertamina yang berada di pusat Jakarta.

PIDCC sendiri diisi oleh sederet petugas yang merupakan karyawan Pertamina. Mereka memantau seluruh kegiatan pendistribusia dan stok BBM selama 24 jam tanpa henti.

Nicke mengatakan pada arus mudik kemarin pada masa puncak terjadi peningkatan konsumsi BBM hingga 41%. Bahkan ada beberapa SBPU yang mengalami kenaikan 3 kali lipat.

Angka itu jauh lebih besar dari musim mudik di tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata peningkatannya hanya 11%.

"41% itu peningkatan yang luar biasa. Bayangkan kalau masih manual tidak mungkin kita bisa tambah stok," tambah Nicke.

Dengan adanya PIDCC, Pertamina bisa memantau secara detil stok setiap SPBU di seluruh Indonesia. Bahkan Pertamina bisa melihat data pengiriman mobil tangki BBM dari dan tujuannya.

Tak hanya itu, melalui sistem yang ada Pertamina juga bisa memantau pergerakan kendaraan dari Ibu Kota menuju daerah tujuannya. Sehingga perusahaan bisa memitigasi mana saja SPBU yang diperkirakan mengalami kenaikan signifikan konsumsi BBM.

Untuk arus balik sendiri Pertamina memperkirakan terjadi peningkatan konsumsi BBM hingga 36% di masa puncak pada akhir pekan ini.

(das/dna)