Rekor! Konsumsi BBM Saat Puncak Mudik 2022 Naik 41%

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 22:30 WIB
Pasokan BBM Pertamina
Foto: Dok. Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah
Jakarta -

Jumlah pemudik tahun ini sepertinya sangat besar. Hal itu terbukti dari jumlah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang begitu tinggi pada masa puncak arus mudik kemarin.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan pada masa puncak arus mudik kemarin peningkatan konsumsi BBM mencapai 41% dari hari-hari biasanya. Angka itu jauh lebih tinggi dari data peningkatan konsumsi BBM pada musim mudi di tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata 11%.

"Jadi 41% ini luar biasa. Ini juga tidak ada berita kelangkaan dan lain-lain, karena kita monitor semuanya," ucapnya di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (6/5/2022).

Konsumsi BBM itu bukan hanya untuk kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, tapi juga BBM untuk kereta api, pesawat dan kapal.

Menurut data Pertamina, untuk wilayah dengan peningkatan penjualan BBM tertinggi selama masa mudik Lebaran 2022 terjadi di Indramayu, Jawa Barat sebesar 597,1 kilo liter (KL) per hari. Angka itu naik 25,4% dari penjualan di hari biasa sebesar 476,3 KL per hari.

Wilayah kedua peningkatan paling tinggi adalah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebesar 329,7 KL per hari, yang naik 23,2% dari hari biasanya sebesar 267,7 KL per hari.

Kemudian wilayah ketiga yang yang paling tinggi adalah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sebesar 449,7 KL per hari, naik 22% dari hari biasanya sebesar 368,7 KL per hari.

Untuk musim mudik kali ini Pertamina memantau ketersediaan BBM di setiap SPBU melalui markas khusus yang bernama PIDCC (Pertamina Integrated Enterprise Data & Command Center).

Lewat PIDCC, Pertamina dan satgas Rafi (Ramadhan dan Idul Fitril) 2022 bisa memantau seluruh kegiatan penyaluran BBM dan LPG selama arus mudik. Mulai dari stok di kilang, pengiriman melalui kapal, hingga distribusi dan penjualan BBM di SPBU.

PIDCC sendiri berada di gedung Grha Pertamina. Gedung ini merupakan gedung baru milik Pertamina yang berada di pusat Jakarta. Markas ini diisi oleh sederet petugas yang merupakan karyawan Pertamina. Mereka memantau seluruh kegiatan pendistribusia dan stok BBM selama 24 jam tanpa henti.

Dengan adanya PIDCC, Pertamina bisa memantau secara detil stok setiap SPBU di seluruh Indonesia. Bahkan Pertamina bisa melihat data pengiriman mobil tangki BBM dari dan tujuannya.

Tak hanya itu, melalui sistem yang ada Pertamina juga bisa memantau pergerakan kendaraan dari Ibu Kota menuju daerah tujuannya. Sehingga perusahaan bisa memitigasi mana saja SPBU yang diperkirakan mengalami kenaikan signifikan konsumsi BBM.

Untuk arus balik sendiri Pertamina memperkirakan terjadi peningkatan konsumsi BBM hingga 36% di masa puncak pada akhir pekan ini.

(das/dna)