Hoki Hary Tanoe Ubah Bisnis Maskapai Jadi Batu Bara: Nemu 'Harta Karun'!

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 11:29 WIB
Infografis Hary Tanoe kejar cuan dari batu bara
Perusahaan Hary Tanoe Nemu Harta Karun/Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Langkah ekstrem Hary Tanoesoedibjo yang mengubah lini bisnisnya kini berbuah manis. Perusahaan miliknya bernama PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) itu baru menemukan harta karun berupa cadangan tambang baru sebesar 20,58 juta metrik ton (MT) dengan GAR 3.250 kg/kcal.

Penemuan harta karun ini jelas membuktikan langkah Hary Tanoe sudah tepat saat mengubah sektor bisnisnya. Sebab, perusahaan tambang milik Hary Tanoe ini dulunya adalah perusahaan maskapai penerbangan yang bernama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA).

Lesunya bisnis penerbangan menjadi alasan utama Hary Tanoe mengubah lini bisnis maskapainya jadi perusahaan pertambangan batu bara. Bos MNC Group itu sendiri sudah menyadari bisnis maskapainya tak memberikan keuntungan apapun.

Dia menyampaikan Indonesia Air Transport selama ini mengalami kerugian yang terus-menerus. Hary Tanoe menyebut kerugian perusahaan saat menjalani bisnis penerbangan telah terjadi sejak 2008.

Perusahaan maskapainya ini sendiri terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham IATA, maka sebagai perusahaan terbuka pun Hary Tanoe ingin agar perusahaannya memberikan yang terbaik buat investor.

"IATA sebagai maskapai ini rugi dari 2008, konsisten sampai 2021. Nah mudah-mudahan di 2022 ini berubah IATA jadi perusahaan solid, besar, dan profitable dengan perubahan bisnis yang dilakukan," kata Hary Tanoe dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (10/2) lalu.

Hary Tanoe juga mengatakan bisnis penerbangan Indonesia saat ini makin berat. Terlebih lagi dengan adanya pandemi COVID-19 membuat penumpang pesawat berkurang sangat pesat.

"Air transport itu secara umum bisnisnya memang susah, belum COVID-19 saja sudah nggak gampang. Ditambah COVID-19 makin sedikit penumpangnya. Tiap tahun rugi dari 2008," kata Hary Tanoe.

Namun, ia tak serta merta mendepak bisnis penerbangan dari portofolio bisnisnya. Setelah perusahaan maskapainya banting setir jadi perusahaan investor tambang batu bara, bisnis penerbangan tetap dipertahankan. Hary Tanoe menegaskan, bisnis penerbangan itu akan dijadikan anak usaha. Bila awalnya bisnis aviasi yang utama, kini hanya sampingan.

"Bisnis penerbangan yang dimiliki IATA akan dipertahankan, jadi anak usaha MNC Energy Investments, tapi tidak dibesarkan," kata Hary Tanoe.

Adapun proses perubahan bisnis maskapai ke pertambangan ini dimulai ketika pada Februari lalu perseroan membeli saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) dari PT MNC Investama Tbk sebanyak 99,33%.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI pembelian 99,33% saham Bhakti Coal Resources dari MNC Investama yang pembayaran dilakukan oleh Perseroan kepada PT MNC Investama Tbk melalui penerbitan Surat Sanggup.

Disebutkan juga, transaksi tersebut telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 10 Februari 2022. Pengambilalihan saham ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi perseroan.

"Pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources dari PT MNC Investama Tbk dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi Perseroan dengan mempertimbangkan bahwa setelah pengambilalihan, PT Bhakti Coal Resources memberikan keuntungan lebih bagi investasi yang dilakukan oleh Perseroan," jelasnya.

Selain itu, perusahaan Hary Tanoe juga telah resmi melaporkan perubahan kegiatan operasinya dari sebelumnya bergerak di sektor udara jadi sektor pertambangan kepada BEI. "Perseroan yang sebelumnya bergerak di bidang usaha pengangkutan udara niaga dan jasa, selanjutnya Perseroan melakukan perubahan kegiatan usaha utama Perseroan dengan memfokuskan kegiatan pada bidang investasi dan perusahaan induk," tulis perseroan.

Saksikan juga Viral: Mengunjungi Kediaman Badut Cilik Cantik yang Viral di Sosmed

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)