Penyaluran Pertalite Sudah 39%, Hati-hati Kuota Jebol!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2022 19:45 WIB
Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium  dan RON 90 Pertalite sebagai upaya  mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

BBM jenis Pertalite telah menjadi jenis BBM khusus penugasan (JBKP). Oleh karena itu, penyaluran BBM tersebut kini terus diawasi.

Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan, penyaluran Pertalite telah mencapai 39% dari kuota tahun ini.

"Jadi memang sejak diterbitkannya peraturan menteri tentu Pertalite ini menjadi JBKP yang memang kita lakukan juga pengawasan dan pemantauan terhadap distribusinya. Untuk Januari sampai April itu untuk JBKP sudah teralisasi 39% yang sampai Maret sudah terverifikasi, yang April adalah yang unverified," paparnya dalam konferensi pers, Rabu (11/5/2022).

Dia mengatakan, konsumsi Pertalite sendiri mengalami kenaikan rata-rata 36%. Sementara, kenaikan tertinggi mencapai 46%.

"Untuk RON 90 sendiri Pertaltie memang terjadi peningkatan rata-rata itu sebesar 36,1% dan puncaknya 46% di atas rata-rata normal, sekitar 46,2%," ujarnya.

Pihak akan berupaya agar kuota Pertalite ini cukup. Maka itu, pihaknya bekerjama dengan Pertamina sebagai badan usaha penyalur.

"Bagaimana kita menjaga agar ini bisa mencukupi tentu kami bekerjasama dengan Pertamina selaku badan usaha penugasan. Kita memastikan bahwa yang mengisi Pertalite adalah yang betul-betul yang layak, yang berhak mengisi Pertaltie tersebut," jelasnya.

(acd/dna)