Kilang Pertamina Kebakaran Lagi, Ulah Mafia Migas?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 11:09 WIB
Kilang minyak milik Pertamina di Balikpapan terbakar.
Foto: Kilang minyak milik Pertamina di Balikpapan terbakar. (dok. istimewa)
Jakarta -

Kebakaran di Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) kembali terjadi. Insiden ini menambah panjang daftar kebakaran yang terjadi di kilang, dan khusus untuk Kilang Balikpapan merupakan yang kedua pada tahun ini.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai, kilang merupakan aset yang berharga bagi sebuah perusahaan minyak dan gas bumi (migas). Kebakaran ini, tentu memberikan dampak kerugian.

Dia mengatakan, kebakaran yang beruntun tersebut menjadi tanda jika sistem keamanan kilang buruk dan di bawah standar internasional.

"Menurut saya, kebakaran yang ini beruntun itu ya, dua tahun, sebelumnya sudah terjadi juga beruntun. Maka ini menandakan atau semakin menguatkan indikasi bahwa sistem keamanan kilang tadi sangat jelek, tidak sesuai dengan standar internasional. Karena kalau sesuai dengan standar harus mencapai zero accident," katanya kepada detikcom, Selasa (17/5/2022).

Kemudian, kebakaran ini menguatkan indikasi adanya unsur kesengajaan. Memang, untuk hal tersebut perlu pembuktian.

Dia menerangkan, jika dugaan kesengajaan ini dikaitkan dengan mafia migas maka tujuannya ialah untuk memperbesar impor.

"Kalau mengacu kepentingan mafia migas misalnya, untuk menghalang-halangi pembangunan kilang, atau kemudian untuk menghambat penggunaan kilang, agar impornya akan semakin membesar tadi. Impor inilah mafia migas melakukan pemburuan rente," terangnya.

"Apakah benar indikasi tersebut, saya nggak bisa membuktikan, maka kita harus serahkan kepada aparat untuk membuktikan indikasi tersebut. Tapi selama ini kan, pemeriksan sebenarnya nggak pernah tuntas," sambungnya.

Sementara, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, kebakaran yang beruntun ini perlu menjadi perhatian banyak pihak. Meski demikian, dia menilai, ada berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab kebakaran. Salah satunya, umur kilang yang relatif tua.

"Kalau saya lihat umur kilang menjadi faktor penentu dan kilang-kilang kita sebagian besar kilang-kilang lama. Untuk perawatan juga saya kira membutuhkan biaya yang besar, risikonya juga cukup besar juga," terangnya.

"Ini menjadi message peremajaan kilang itu menjadi penting sehingga program RDMP atau GRR memang harus segera dilaksanakan atau diselesaikan," tambahnya.



Simak Video "Penjelasan Kapolda Jateng Soal Penyebab Kilang Pertamina Cilacap Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)