Pasokan Gas Finlandia Disetop Gara-gara Ogah Bayar Pakai Rubel

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 08:30 WIB
Bagaimana Sikap Uni Eropa atas Permintaan Pembayaran Gas Rusia dengan Rubel?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Rusia menyetop pasokan gas alam ke Finlandia. Ini merupakan negara ketiga yang pasokan gasnya dihentikan karena menolak pembayaran dengan rubel.

Gas Rusia berhenti mengalir ke Finlandia pada hari Sabtu pukul 07.00 pagi waktu setempat. Hal itu disampaikan perusahaan gas negara Gasum pada hari Jumat.

Polandia dan Bulgaria lebih dulu kehilangan pasokan gas pada akhir April. Sebab, mereka tidak melakukan pembayaran dengan mata uang Rusia.

"Sangat disesalkan bahwa pasokan gas alam di bawah kontrak pasokan kami sekarang akan dihentikan," kata CEO Gasum Mika Wiljanen seperti dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022).

Di awal pekan, Gasum menyatakan menyiapkan langkah karena menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin agar membayar gas dalam rubel, bukan euro atau dolar seperti yang tercantum dalam kontrak.

Finlandia mengandalkan Rusia untuk sekitar 68% konsumsi gas alamnya pada tahun 2020. Hal itu menurut International Energy Agency.

Namun, ekspor gas Rusia hanya menyumbang 3% dari bauran energi negara Nordic. Demikian data Eurostat and the European Network of Transmission System Operators for Gas.

Wiljanen mengatakan, Gasum akan dapat memasok semua pelanggannya dengan gas alam beberapa bulan mendatang. Asal, tidak ada gangguan pada jaringan transmisi gas. Namun, ia juga bilang musim dingin akan menantang.

Wakil Presiden Gasum Olga Visänen mengatakan Finlandia juga menerima gas melalui koneksi Baltiknya melalui Estonia. Pipa tersebut menghubungkan jaringan transmisi gas Finlandia ke Estonia.

(acd/dna)