Jualan Listrik Melonjak, PLN Raup Laba Rp 13,17 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 24 Mei 2022 23:03 WIB
Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, akan menjadi tempat salat Idul Fitri para pejabat negara. PLN pun memastikan pasokan listrik di Masjid Istiqlal aman saat Idul Fitri.
Ilustrasi PLN/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT PLN (Persero) sepanjang 2021 meraup laba bersih sebesar Rp 13,17 triliun (audited), lebih tinggi dibanding laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 5,99 triliun.

Capaian kinerja PLN ini berkat efisiensi dan inovasi di berbagai lini bisnis melalui program transformasi yang sejalan dengan gerakan transformasi BUMN sejak April 2020.

Penjualan tenaga listrik tahun 2021 sebesar 5,08% dibandingkan tahun sebelumnya meskipun Indonesia terdampak pandemi luar biasa yang mengakibatkan ekonomi melambat.

Pertumbuhan listrik yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69% menjadi bukti inovasi dan efisiensi, sehingga penjualan listrik meningkat sebesar Rp 13,96 triliun menjadi Rp 288,86 triliun.

"Ini menunjukkan PLN sebagai jantungnya Indonesia benar-benar semakin sehat. Ekonomi tumbuh, dan listrik mampu tumbuh lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi makin berkualitas, dan PLN siap menopang kebutuhan listriknya," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Jumlah pelanggan bertambah dari 79 juta pada tahun 2020, menjadi 82,5 juta pelanggan pada tahun 2021. Hal tersebut juga sejalan dengan bertambahnya daya tersambung pelanggan dari 143.159 Mega Volt Ampere (MVA) pada tahun 2020, menjadi 151.985 MVA pada tahun 2021.

Sepanjang tahun 2021, PLN b menyalurkan listrik untuk 491 desa terpencil yang sebelumnya belum berlistrik. Hal ini meningkatkan rasio elektrifikasi dari sebelumnya 99,2% pada tahun 2020 menjadi 99,4% pada tahun 2021.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik halaman kedua

Simak juga Video: Kembali Buka Ekspor Batu Bara, Luhut Minta PLN Lebih Efisien

[Gambas:Video 20detik]