Perkuat Rekomendasi Kebijakan, Satgas ESC B20 Tambahkan Aspek SDGs-KPI

Atta Kharisma - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 15:28 WIB
The Fourth Task Force Call Meeting
Foto: Pertamina
Jakarta -

Task Force Energy, Sustainability and Climate (TF ESC) B20 terus memantapkan langkah menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam Presidensi G20 Indonesia. Salah satunya melalui pertemuan antar anggota yang bertajuk 'The Fourth Task Force Call Meeting'.

Pertemuan yang digelar Selasa (24/5) tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati selaku Chair. Pertemmuan ini juga diikuti oleh sekitar 140 peserta yang terdiri dari Deputy Chair Task Force ESC Agung Wicaksono, Policy Manager Task Force ESC Oki Muraza, 8 Co-Chairs Task Force ESC B20 dan para anggota B20 yang berasal dari 19 industri dan 25 negara.

Pada pertemuan ke-4 ini, salah satu fokus pembahasannya adalah penambahan aspek SDGs dan Key Performance Indicator (KPI) ke dalam rekomendasi kebijakan.

"Berdasarkan hasil diskusi antara Task Force dan Dewan Pelaksana, telah disepakati bahwa seluruh Task Force B20 perlu mengaitkan tujuan-tujuan SDGs yang relevan dengan rancangan rekomendasi kebijakan serta menyusun KPI sebagai indikator pemantauan dalam rancangan kebijakan," ungkap Nicke dalam keterangan tertulis, Jumat (27/5/2022).

Ia juga menyampaikan forum kali ini bertujuan untuk memastikan penyusunan rekomendasi dan kebijakan berjalan secara inklusif. Adapun yang dimaksud inklusif yaitu seluruh anggota Task Force memiliki kesempatan dalam menyampaikan pandangannya.

"Saya berharap, kita dapat bekerja sama dalam menyusun usulan kebijakan yang efektif dan dapat diimplementasikan serta mampu mewakili kepentingan komunitas bisnis dari negara anggota B20," imbuhnya.

Sementara itu, Manager Policy TF ESC B20 Oki Muraza menjabarkan beberapa usulan KPI dalam rekomendasi kebijakan yang nantinya dapat menjadi indikator memantau jalannya rekomendasi kebijakan. Di antaranya, peningkatan persentase energi terbarukan dari total pasokan energi global, penciptaan lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan energi bersih dan teknologi rendah emisi.

"KPI ini kami susun mempertimbangkan kebijakan yang telah dibuat pada presidensi B20 Italia dengan menambahkan beberapa aspek yang sejalan dengan rekomendasi kebijakan B20 tahun ini," tandasnya.

Rekomendasi kebijakan yang disusun dipastikan sejalan dengan target SDGs, seperti terkait energi bersih yang terjangkau (SDG No. 7 Affordable and Clean Energy) dan aksi iklim (SDGs No. 13 Climate Action).

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Chair TF ESC Agung Wicaksono menjelaskan TF ESC masih memiliki 1 kali jadwal TF Call di bulan Juni 2022 sebagai momen untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan final.

Ia pun mengharapkan dalam rentang waktu yang singkat ini, anggota TF dapat terus memberikan masukan dan pandangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berdampak serta dapat ditindaklanjuti oleh kepemimpinan G20.

Agung juga memaparkan beberapa kegiatan penting lainnya yang akan digelar TF ESC pasca TF Call terakhir, antara lain B20/G20 Ministerial Dialogue pada bulan Juli 2022, Forum Investasi '2nd Partners in Energy Transition' yang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Forum Investasi 'SOE Trade & Investment Forum' bekerja sama dengan Kementerian BUMN pada bulan September 2022, dan ditutup dengan pelaksanaan B20 Summit pada bulan November 2022.



Simak Video "Pemerintah Tunjuk Maudy Ayunda Jadi Jubir Presidensi G20 Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/hns)