Ngebet di Awal, Uni Eropa Malah Gagal Sepakat Embargo Minyak Rusia

ADVERTISEMENT

Ngebet di Awal, Uni Eropa Malah Gagal Sepakat Embargo Minyak Rusia

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 16:21 WIB
Harga Minyak Dunia
Foto: Ilustrasi Minyak Dunia (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Uni Eropa (UE) gagal sepakati embargo minyak Rusia pada Minggu (29/5). Usaha terus dilakukan di mana para diplomat masih mencoba membuat kemajuan serupa jelang KTT para pemimpin UE di Brussels, Belgia yang berlangsung beberapa hari ke depan.

"Masih banyak detail yang harus diselesaikan untuk mengharapkan kesepakatan sebelum KTT pada Senin (30/5) sore hingga Selasa (31/5)," kata seorang diplomat senior dikutip dari CNBC, Senin (30/5/2022).

Sanksi yang diusulkan terhadap impor minyak adalah bagian dari paket sanksi keenam UE terhadap Rusia atas serangan sepihaknya ke Ukraina sejak 24 Februari lalu.

Paket sanksi tersebut termasuk memotong bank terbesar Rusia, Sberbank keluar dari sistem pesan SWIFT, melarang penyiar Rusia dari UE, menambahkan orang ke daftar individu yang asetnya dibekukan, dan yang tidak dapat masuk ke UE.

Sayangnya paket sanksi itu terhalang oleh Hungaria, yang mengatakan embargo minyak Rusia akan menjadi pukulan telak bagi perekonomiannya karena tidak mudah mendapatkan minyak dari tempat lain. Slovakia dan Republik Ceko juga menyatakan keprihatinan yang sama.

Pembicaraan tentang embargo minyak Rusia oleh UE telah berlangsung selama sebulan tanpa kemajuan. Para pemimpin sangat ingin mencapai kesepakatan dalam KTT agar tanggapan mereka terkait Rusia tidak terlihat terpecah.

Untuk memecahkan kebuntuan, Komisi Eropa mengusulkan agar larangan hanya berlaku untuk minyak Rusia yang dibawa ke UE oleh kapal tanker. Dengan begitu Hungaria, Slovakia dan Ceko masih bisa menerima minyak Rusia melalui pipa Druzhba Rusia untuk beberapa waktu sampai pasokan alternatif dapat diperoleh.

Budapest mendukung proposal paket sanksi itu. Menurut para pejabat, pembicaraan pada Minggu (29/5) tersangkut pada kasus Hungaria yang ingin meningkatkan kapasitas pipa minyak dari Kroasia dan mengalihkan kilangnya dari menggunakan minyak mentah Ural Rusia ke minyak mentah Brent.

"Ini akan dibahas oleh utusan UE pada Senin (30/5) pagi bersama dengan masalah bagaimana memastikan persaingan yang adil, mengingat harga lebih tinggi yang akan dihadapi negara-negara anggota yang bergantung pada pengiriman minyak mentah Brent sebagai akibat dari sanksi," tutur pejabat tersebut.

Simak juga 'McDonald's di Rusia Bakal Ganti Nama':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT