ADVERTISEMENT

Harga BBM di AS Makin Mahal, Ancaman Resesi Kian Nyata

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 10:37 WIB
A customer pumps gas at a Shell gas station, Tuesday, May 10, 2022, in Miami. (AP Photo/Marta Lavandier)
Harga BBM di AS Makin Mahal, Ancaman Resesi Kian Nyata/Foto: AP Photo/Marta Lavandier
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) mendekati rata-rata US$ 5 atau Rp 72.885 (kurs Rp 14.577) per galon di Amerika Serikat (AS). Harga BBM di AS dinilai belum mencapai puncaknya.

Para ekonom mengatakan resesi mungkin terjadi jika harga BBM naik ke tingkat yang lebih tinggi dan bertahan lama. Menurut AAA, rata-rata harga BBM tanpa timbal satu galon adalah US$ 4,97 atau Rp 72.447 pada Kamis kemarin, naik 65 sen hanya dalam sebulan.

Kondisi diperburuk dengan biaya lain yang juga meningkat, dengan inflasi 8,3% dibandingkan tahun lalu. Lonjakan harga gas alam menciptakan harga energi keseluruhan yang lebih tinggi, sementara makanan dan sewa juga naik.

"Saya pikir kita berada dalam situasi yang sangat ekstrem saat ini," kata peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia, Harrison Fell dikutip dari CNBC, Jumat (10/6/2022).

Para ekonom mencatat bahwa kenaikan upah dan pasar kerja yang kuat menjadi modal menghadapi harga yang lebih tinggi. Tidak seperti 2008, ketika bensin melonjak dan ekonomi jatuh ke dalam resesi, konsumen berada dalam kondisi yang jauh lebih baik sekarang.

"Meskipun jelas ada kejutan, dan ada tekanan pada anggaran konsumen, kabar baiknya adalah ada dukungan dari pasar tenaga kerja yang sehat dan jumlah kelebihan tabungan yang masih beredar. Pada tahun 2008, tidak ada penghematan," kata Michelle Meyer, kepala ekonom Mastercard AS.

Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi mengatakan jika harga bensin tembus US$ 5,50 atau Rp 80.173 per galon maka resesi terjadi.

"Saya rasa kita belum sampai. Jika kita mendapatkan US$ 5,50 (Rp 80.173) atau US$ 6 (Rp 87.462), itu akan konsisten dengan US$ 150 untuk satu barel minyak. Saya pikir, kita sudah selesai. Kami berada dalam resesi. Itu akan terlalu berat untuk ditanggung," katanya.

Kenapa harga BBM di AS naik? Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT