ADVERTISEMENT

Ini Dia 'Harta Karun' yang Baru Ditemukan di Perairan Utara Jawa

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2022 21:12 WIB
Cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur akan beralih kepemilikan ke PT Pertamina (persero). Peralihan ini akan resmi dilakukan tepat tanggal 1 Januari pukul 00.00 WITA.
Ilustrasi/Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE) berhasil menemukan 'harta karun' baru di Laut Jawa. 'Harta karun' tersebut berupa cadangan migas dari pengeboran sumur eksplorasi GQX-1 di Perairan Utara Jawa.

Sumur eksplorasi GQX-1 terletak kurang lebih 17 km dari existing fasilitas produksi lapangan MM. Sumur GQX-1 yang dikerjakan akhir April 2022 mencapai kedalaman akhir 2958 feet Measured Depth (ftMD) pada tengah Mei 2022.

Sumur ini berhasil menemukan minyak dan gas melalui Uji Kandungan Lapisan (Drill Stem Test/DST) #1 yang dilakukan pada reservoir shallow marine sandstone Formasi Main.

"Dari hasil Uji Kandungan Lapisan Pertama diperoleh laju aliran gas sebesar 3,6 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan minyak 108 barel per hari (BOPD). Selanjutnya akan dilakukan Uji Kandungan Lapisan Kedua/DST#2 pada interval 2494-2519 ftMD di lapisan MR-26," ujar Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) - Subholding Upstream, Medy Kurniawan, dikutip dari keterangan tertulis Pertamina Sabtu (11/6/2022).

Menurut Medy temuan cadangan minyak ini melengkapi keberhasilan sebelumnya di tahun 2022. Sebelumnya sudah ada sumur Sungai Gelam Timur-1. (SGET-1) di Jambi, Manpatu-1X di Mahakam, dan Wilela-001 di Sumatera Selatan.

Pada 2021, Subholding Upstream berhasil melakukan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 12 sumur. Tahun 2022, Subholding Upstream berupaya meningkatkan kinerja melalui rencana kerja pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 29 sumur, atau 242% dibandingkan dengan realisasi tahun 2021.

Dalam strategi eksplorasi, Subholding Upstream memiliki tiga inisiatif utama. Tiga strategi utama tersebut, di antaranya berupa aset Wilayah Kerja (WK) eksisting dimana kontribusi eksplorasi dibutuhkan dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi migas eksisting.

Selanjutnya strategi New Ventures dimana Subholding Upstream Pertamina mencari potensi eksplorasi yang baru. Terakhir, strategi partnership untuk sharing risk & cost serta technology & knowledge transfer melalui akselerasi proses kerjasama dan joint bidding domestic serta luar negeri.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT