ADVERTISEMENT

Beli BBM Subsidi Nanti Pakai MyPertamina, yang Tak Punya HP Gimana?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 16:03 WIB
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022). Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Biosolar Rp5.510 per liter, sementara jenis Pertamax harganya disesuaikan untuk menjaga daya beli masyarakat yakni menjadi Rp 12.500 per liter dimana Pertamina masih menanggung selisih Rp3.500 dari harga keekonomiannya sebesar Rp16.000 per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi dengan mewajibkan para pembelinya terdaftar di aplikasi MyPertamina. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar penyaluran BBM subsidi akan lebih tepat sasaran.

Wacana ini menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, terlebih tentang bagaimana implementasi kebijakan tersebut ke depannya. Salah satunya yaitu mengenai masyarakat yang tidak memiliki fasilitas dan pengetahuan yang memadai dalam menggunakan aplikasi MyPertamina.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga SH C&T, Irto Ginting buka suara. Kepada detikcom, Senin (13/06/2022), Irto mengatakan, nantinya pembayaran tidak harus menggunakan aplikasi MyPertamina. Metode pembayaran dan digitalisasi sistem di SPBU, kata Irto, adalah dua hal yang berbeda.

"Nanti dimasukin nomor polisinya, di situlah fungsi digitalisasi. Bayarnya ga harus pake MyPertamina. It's two different things," tambahnya.

Irto menjelaskan, rencana penggunaan MyPertamina untuk para konsumen BBM subsidi lebih diperuntukkan dalam membuat database, di mana untuk kedepannya inilah yang akan menjadi acuan oleh pemerintah dalam menentukan konsumen yang layak menerima BBM subsidi melalui verifikasi.

"Setelah nama masuk dan verifikasi, nanti pemerintah, dalam hal ini BPH Migas, verifikasi apakah itu orang yang berhak atau tidak. Dalam artian ketika datanya sudah clean nama orang, nomor polisi, alamat dll," tambahnya, kepada detikcom.

Irto mengatakan, registrasi diri dan nomor kendaraan nantinya tidak harus dilakukan melalui aplikasi MyPertamina di smartphone, tetapi juga bisa diakses lewat website, sehingga masyarakat yang tidak memiliki smartphone tidak perlu khawatir.

"Kita di sini sedia dua base, yang pertama aplikasi MyPertamina, dan yang kedua kita juga punya web base-nya," tambahnya.

"Kalau ga punya handphone, it's okay. Tapi kita tetap buka peluang itu, ketika nomornya sudah masuk sistem, nanti bisa diverifikasi oleh SPBU tersebut," ujar Irto.

Lanjutkan ke halaman berikutnya



Simak Video "Penimbun BBM Subsidi di Bali Ditangkap, Polisi Sita 11.400 Liter Solar"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT